Pasien Cuci Darah 120 Orang Per Hari, RSUD Panembahan Senopati Luncurkan Klinik Ginjal

Salah satu pemicu gagal ginjal adalah makanan dan minuman berpengawet.

Pasien Cuci Darah 120 Orang Per Hari, RSUD Panembahan Senopati Luncurkan Klinik Ginjal
Peluncuran klinik ginjal dan hipertensi RSUD Panembahan Senopati Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan  layanan Klinik Ginjal dan Hipertensi, Selasa (24/3/2026), bersamaan dengan momen syawalan Idul Fitri 1447 H/2026 dan apel dalam rangka HUT ke-23.

Peluncuran dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Aris Suharyanta serta OPD terkait.

Direktur RSUD Panembahan Senopati, dr Atthobari MPH Sp MK, mengatakan pembukaan klinik dimaksudkan untuk meningkatkan layanan pada masyarakat khususnya pasien cuci darah yang dalam sehari mencapai 120 orang akibat gagal ginjal. Pasien ini rata-rata dalam usia produktif dan termuda berusia 28 tahun.

"Jika pasien tadi cuci darah dua kali seminggu, maka dapat kita hitung jumlah pasien kita seminggunya 360 orang dan masih banyak yang belum terlayani atau antri. Maka dengan peluncuran klinik ini diharapkan layanan semakin meningkat," kata dokter Atto.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meluncurkan klinik ginjal dan hipertensi RSUD Panembahan Senopati Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Dia menjelaskan, dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin besar kemudian cabang-cabang ilmu penyakit dalam juga semakin berkembang, maka RSUD Panembahan Senopati menyiapkan pula sub spesialis ginjal dan hipertensi.

"Saya kurang tahu, kalau subspesialis ini di rumah sakit lain sudah ada atau belum. Yang jelas, ini masih cukup jarang,"ungkapnya.

Dia meminta masyarakat berhati-hati mengkonsumsi makanan ataupun minuman. Sebab salah satu pemicu gagal ginjal adalah makanan dan minuman berpengawet, terdapat pemanis ataupun zat kimia serta tidak sehat.

Selain itu, juga makanan instan dan cepat saji. Dia menghimbau agar masyarakat senantiasa mengkonsumsi makanan sehat. Sementara itu, bupati berharap klinik ginjal dan hipertensi akan semakin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (*)