atas1

Awas, Cairan Disinfektan Bisa Memicu Kanker

Selasa, 31 Mar 2020 | 12:52:28 WIB, Dilihat 535 Kali
Penulis : W Asmani
Redaktur

SHARE


Awas, Cairan Disinfektan Bisa Memicu Kanker Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Purworejo, Drs Budi Santoso Apt MM, di salah satu acara di Purworejo. (istimewa)

Baca Juga : Perkuliahan E-Learning UMBY Diperpanjang Hingga Juni


KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Belakangan ini banyak warga yang membuat cairan disinfektan berdasar video tutorial yang beredar secara luas. Disinfektan “oplosan” tersebut berbahan satu liter air ditambah dua sendok makan cairan karbol, dua sendok makan pemutih pakaian dan dua sendok makan cairan pembersih lantai.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Purworejo, Drs Budi Santoso Apt MM, kepada koranbernas.id, Senin (30/3/2020) sore, di ruang kerjanya mengatakan, disinfektan seperti tutorial tersebut hanya bisa di gunakan untuk mensterilkan benda mati seperti alat-alat, mebel, lantai, dan lain-lain.
 

"Kandungan bahan kimia seperti tersebut di atas penyebab karsinogenik (memicu kanker). Untuk itu cairan disinfektan jangan sampai terkena kulit," kata Budi Santoso.

Menurut Budi, disinfektan untuk manusia bukan seperti ramuan dalam tutorial itu, melainkan hand sanitizer yang aman untuk tubuh manusia, karena kandungan utamanya alkohol. "Kami memang belum bisa mengawasi kegiatan penyemprotan disinfektan di masyarakat," katanya.

Pihaknya juga mengakui, bahan baku pembuatan hand sanitizer sulit didapat, kecuali untuk kebutuhan rumah sakit. Karena itu, pihaknya belum bisa memberikan tata cara pembuatan hand sanitizer kepada masyarakat.

"Saat ini harga hand sanitizer di pasaran untuk kemasan 5 liter harga berkisar Rp. 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. Masing-masing distributor berbeda," jelas Budi.

Menurutnya, harga hand sanitizer di pasaran saat normal per liter Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. "Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan apoteker yang berada di Puskesmas-puskesmas se kabupaten Purworejo. Mereka yang akan bergerak ke wilayah masing-masing memberikan tata cara yang benar," kata Budi.

Budi juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati jika memasuki bilik disinfektan yang sekarang banyak dipasang di sejumlah tempat. Menurut Budi, cairan tersebut tidak boleh terkena tubuh karena berbahaya.
 

"Jika sehabis disemprot, karena mengenai tangan, apabila pegang makanan, kandungan bahaya bisa masuk ke tubuh," jelas pria yang bertugas di RSUD Tjitrowardojo bagian farmasi itu.
 

Cairan disinfektan yang mengandung unsur kimia jenis klorin, kata Budi, jika lama-lama terkena tubuh akan mengiritasi kulit. Menurut Budi, yang paling aman adalah cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak aman seperti yang dianjurkan pemerintah. (eru)



Senin, 30 Mar 2020, 12:52:28 WIB Oleh : Sari Wijaya 972 View
Perkuliahan E-Learning UMBY Diperpanjang Hingga Juni
Senin, 30 Mar 2020, 12:52:28 WIB Oleh : Sari Wijaya 317 View
Bukit Panggul Disiapkan untuk Isolasi Pemudik
Senin, 30 Mar 2020, 12:52:28 WIB Oleh : Nanang WH 7339 View
Tukang Becak Ini Baru Bisa Makan Setelah Diberi Nasi Bungkus

Tuliskan Komentar