Rintisan Desa Budaya Sidomulyo Diverifikasi
Seni dan budaya sudah menyatu dan mengakar dalam nafas kehidupan masyarakat.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Tim dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul dipimpin Sekretaris Dinas, Sarjiman, melakukan verifikasi Rintisan Desa Budaya di Kalurahan Sidomulyo Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul, Kamis (7/5/2026) siang hingga sore hari.
Tim yang terdiri para seniman, budayawan, akademisi, praktisi dan dinas mengawali dengan melakukan verifikasi administrasi di gedung pertemuan yang dihias dekorasi janur kuning beserta buah-buahan dan bunga nan indah.
Verifikasi dilanjutkan wawancara dengan pihak Kalurahan Sidomulyo termasuk Lurah Susanta dan TP PKK dipimpin ketua Sunarti, pamong dan seluruh elemen kalurahan hingga padukuhan. Seluruhnya mengenakan pakaian tradisional.
Ditampilkan pula atraksi seni berupa karawitan "Sidolaras" Sidomulyo, tari tradisional dengan penari dari Dusun Kuwon dan Plebengan maupun jathilan klasik yang pemainnya lintas generasi.
Karawitan Sidolaras Sidomulyo Bambanglipuro Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Ini adalah bagian dari seni yang masih hidup dan lestari selain ada juga panembromo dari ibu-ibu Ngajaran dan kothekan kentongan oleh ibu- bu Dusun Palihan. Anak-anak tampak memainkan permainan tradisional seperti lompat tali, engklek (lompat kotak) dan congklak (menghitung biji).
Ada pula bazar olahan makanan dan minuman tradisional yang diperjualbelikan seperti serabi beras Dusun Turi yang hanya dijual setiap pasaran Pahing, dawet daun pisang, olahan pisang seperti keripik dan dodol. Selain itu, juga ada kerajinan daur ulang sampah menjadi kursi, tempat tisu, wayang hias dan aneka kerajinan lainnya.
"Hari ini kami diverifikasi dan kami menampilkan berbagai potensi yang kami miliki. Karena memang Sidomulyo banyak ragam seni budaya, kuliner, UMKM dan adat tradisi yang tetap kami jaga dan uri-uri," kata Suhirto, Kamituwo Sidomulyo, kepada koranbernas.id di lokasi.
Tradisi daur hidup mulai dari kehamilan sampai kematian masih dilakukan termasuk kenduri hingga 1.000 harian. Sidomulyo juga memiliki situs peninggalan yang terawat yakni Lingga Yoni di Dusun Pinghir. Lalu ada wayang cangkem di mana dalang memainkan lakon sampai gamelan menggunakan mulut (cangkem) sendiri. Sidomulyo juga punya kelompok ketoprak serta jenis seni yang lain.
Pertunjukan jathilan Sidomulyo. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
"Selama ini kami dari kalurahan selalu mendukung UMKM dan budaya melalui APBkal maupun sumber lain yang sah. Acara adat tradisi ada SK pendukung untuk pelestarian tradisi, warga berperan aktif lewat iuran seperti nyadranan dan merti dusun," katanya.
Menurutnya, tradisi seni dan budaya sudah menyatu dan mengakar dalam nafas kehidupan masyarakat setempat. Kalurahan Sidomulyo secara bergilir juga menampilkan potensi seni pada event tertentu seperti saat ulang tahun kalurahan.
Sementara Sarjiman didampingi Panewu Bambanglipuro Tri Manora mengatakan verifikasi adalah bagian tataran menuju Desa Mandiri Budaya yang diawali Rintisan Desa Budaya lalu menjadi Desa Budaya dan Desa Mandiri Budaya.
"Kewenangan Pemkab Bantul adalah mendampingi desa atau kalurahan yang masuk Rintisan Desa Budaya," kata Sarjiman.
Kuliner unik dawet daun pisang. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Terdapat lima unsur penilaian di antaranya adat tradisi, kesenian, sastra, peninggalan cagar budaya yang indikatornya dijabarkan dalam banyak item. Tahun ini ada 12 kalurahan yang diverifikasi dan Sidomulyo adalah kedelapan.
Ditargetkan akhir tahun verifikasi dan penilaian selesai kemudian dilakukan penetapan kalurahan mana saja yang lolos dan diterbitkan SK Bupati. Berikutnya dilakukan pembinaan selama 1 hingga 3 tahun oleh Dinas Kebudayaan Bantul.
"Nanti kita lihat layak gendut, layak sedang atau layak kurus dan dilakukan pembinaan. Sidomulyo kita lihat potensinya besar," katanya. Jika sudah menjadi desa budaya dan desa mandiri budaya maka kewenangan pembinaan ada pada Dinas Kebudayaan DIY. (*)
Sariyati Wijaya
