Aktivis dan Kampung Inggris Kolaborasi Mempersiapkan Kader PMII Menghadapi Persaingan Global
Kemampuan bahasa Inggris kini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Upaya meningkatkan daya saing generasi muda terus dilakukan berbagai organisasi di Yogyakarta. Salah satunya melalui kolaborasi antara Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) DIY dan Kampung Inggris Jogja (KIJ) yang resmi menjalin kerja sama penguatan kompetensi bahasa Inggris bagi kader dan alumni PMII.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (7/5/2026) dan dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan alumni maupun kader PMII serta anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari DIY, Hilmy Muhammad, maupun Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki.
Ketua panitia kegiatan, Hanif Muslim, menjelaskan kolaborasi ini menjadi langkah konkret mempersiapkan kader PMII menghadapi tantangan global. Menurutnya, kemampuan tambahan seperti bahasa asing kini menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda.
Hal serupa disampaikan Ketua PC PMII DIY Muh Faisal yang menilai ruang pembelajaran kreatif dan kolaboratif seperti ini sangat dibutuhkan kader PMII generasi Z.
Inovasi sosial
Ketua Umum PW IKAPMII DIY, Ahmad Anfasul Marom, menjelaskan kerja sama dengan Kampung Inggris Jogja merupakan bagian dari gerakan inovasi sosial yang tengah dikembangkan organisasi alumni PMII.
“Kami ingin kader dan alumni PMII tidak hanya dikenal sebagai aktivis jalanan, tapi juga intelektual yang memiliki kompetensi dan skill yang relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Aan Marom.
Dia menambahkan, penguasaan teknologi dan bahasa asing kini seharusnya menjadi gaya hidup generasi muda, khususnya kader PMII yang ingin berkiprah di dunia pendidikan, bisnis kreatif, maupun jaringan industri global.
Sedangkan Abdur Rozaki dalam sambutannya menyatakan kemampuan bahasa Inggris kini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Menurutnya, bahasa internasional tersebut telah menjadi kebutuhan dasar bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam berbagai ruang strategis.
Menjadi kebutuhan
“Saya melihat kemampuan bahasa Inggris hari ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, termasuk PMII,” ujarnya.
Dia juga berharap kader PMII dapat berperan dalam berbagai struktur kepemimpinan di tingkat nasional maupun global. Bahkan, dirinya mendorong lahirnya lebih banyak doktor muda dari kalangan PMII yang mampu berkontribusi dalam kebijakan publik dan pembangunan bangsa.
Hilmy Muhammad menyambut baik program beasiswa bahasa Inggris bagi kader PMII. Ia menilai akses terhadap bahasa internasional sering kali menjadi pintu masuk bagi berbagai peluang pendidikan dan karier.
Dari pihak mitra, CEO Kampung Inggris Jogja, Abdul Hamid, menyatakan komitmen lembaganya untuk mendukung peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya kader PMII di Yogyakarta.
Mitra strategis
“Kampung Inggris Jogja menyambut baik menjadi mitra strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas generasi muda,” katanya.
Direktur Kampung Inggris Jogja, Nurul Huda, juga berharap kerja sama ini tidak berhenti pada pelatihan singkat saja. Kolaborasi tersebut dapat berkembang menjadi program berkelanjutan, salah satunya komunitas pembelajaran “English for Activist”.
“Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang latihan bahasa sekaligus forum diskusi bagi kader PMII yang ingin memperluas wawasan global,“ kata dia.
Dengan kerja sama ini, IKAPMII DIY berharap kader dan alumni PMII di Yogyakarta memiliki bekal lebih kuat untuk memanfaatkan peluang beasiswa, dunia industri, maupun jaringan internasional di masa depan. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
