"Nanti Kita Kumpul Sambil Lihat Deni Caknan Ya…"

Total seluruh Bantul terdapat 700 KWT dengan minimal 20 anggota setiap kelompok.

"Nanti Kita Kumpul Sambil Lihat Deni Caknan Ya…"
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto bertemu perwakilan KWT di Gedung Pertemuan Pemda 2 Manding, Jumat (8/5/2026) sore. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto melakukan tatap muka dan serap aspirasi dengan perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kabupaten Bantul di Aula Pemda 2 Manding, Jumat (8/5/2026) sore.

Titiek Soeharto didampingi Wakil Ketua II DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti dan anggota DPRD Bantul Fraksi Gerindra. "Karena keterbatasan tempat, kami tidak bisa menghadirkan semua Bu Titiek. Ini hanya perwakilan 100 orang," kata Joko Waluyo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, dalam laporannya.

Menurut dia, total seluruh Bantul terdapat 700 KWT dengan minimal 20 anggota setiap kelompok. “Kalau dikumpulkan semua bisa, jika di stadion," kata Joko. Para KWT ini memiliki kegiatan mengolah lahan ditanami sayuran dan membuat olahan makanan.

Setidaknya dengan kegiatan tersebut mereka bisa menghemat pengeluaran karena bisa mengolah hasil tanaman sendiri. "Sayuran itu bisa juga kadang ditukar dengan lauk misal tempe. Ada juga yang dijual jadi bernilai ekonomi," kata Joko.

Titiek Soeharto mengamati produk Bazar UMKM KWT Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Menanggapi itu, Titiek Soeharto menyatakan jika ada kesempatan ingin berkumpul lagi dengan KWT se Bantul. "Nanti kita kumpul sambil lihat Deni Caknan, ya…" kata politisi Gerindra itu disambut aplaus meriah.

Kepada para KWT, Titiek Soeharto menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah ikut membantu perekonomian keluarga dengan memanfaatkan lahan. Pihaknya akan memberikan bantuan ayam 600 ekor per KWT ditambah pakan serta kandang dengan nilai Rp 300 juta. "Tentunya ini tidak bisa bersama-sama bantuannya, jadi nanti silakan masukkan proposal melalui dinas atau tim saya. Syaratnya harus ada lahan komunal, jangan ayamnya dibagi-bagi ke anggota," kata Titiek.

Jika sudah berjalan, produksi telur bisa untuk meningkatkan pendapatan KWT dan bisa untuk mensuplai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). "Potensi KWT  besar dan berkembang tidak hanya produksi tapi juga pengolahan hasil. Maka harus didorong KWT agar naik kelas dan memberi nilai tambah lebih besar," katanya.

Wakil Bupati Bantul Aris Suhartanta mengatakan Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis mendukung ketahanan pangan dan ketahanan keluarga. Selain penanaman dan pengelolaan pekarangan, KWT juga tumbuh menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis gotong royong, kreativitas dan kemandirian.

Peroleh dukungan

Wakil Ketua DPRD Bantul Titis Ajeng Ganis Mareti.(istimewa)

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Bantul Titis Ajeng Ganis Mareti mengatakan sektor pertanian termasuk KWT harus terus memperoleh dukungan agar kontribusinya semakin kuat bagi ketahanan pangan nasional.

Kemajuan pertanian tidak hanya ditentukan teknologi dan infrastruktur tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia termasuk peran aktif kaum wanita. Pelatihan dan pendampingan memegang peran penting bagi pengembangan pertanian di Bantul termasuk KWT.

"Kami sebagai wakil rakyat siap menjembatani segala aspirasi dari para petani di Bantul termasuk KWT," kata Titis. Salah satunya melalui bantuan atau aspirasi anggota dewan, di antaranya untuk membantu sektor pertanian.

"Ibu Titiek Soeharto sebagai wakil rakyat di DPR RI juga beberapa kali telah menyerahkan bantuan termasuk Alsintan bagi petani di Bantul. Semoga dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga pertanian semakin maju dan berkembang," katanya.

Dia bersama DKPP melakukan gerakan pengenalan pertanian sejak dini dengan mendatangi sekolah-sekolah dan memberikan bantuan bibit serta sosialisasi pertanian.

Diharapkan kecintaan pada pertanian akan tumbuh di hati anak anak dan pada akhirnya regenerasi pertanian di Bantul berjalan baik. (*)