Yogyakarta Jadi Pusat Edukasi Perkeretaapian

Kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, komunitas hingga masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian.

Yogyakarta Jadi Pusat Edukasi Perkeretaapian
Program edutrain KAI Bandara. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Minat masyarakat Yogyakarta terhadap dunia perkeretaapian dan transportasi publik berbasis rel terus meningkat. Hingga Juni 2026, sebanyak 61.852 warga di wilayah Yogyakarta telah mengikuti program Edutrain yang diselenggarakan PT Railink (KAI Bandara).

Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan wilayah operasional KAI Bandara lainnya. Secara nasional, program Edutrain telah diikuti 96.389 peserta. Artinya, lebih dari separuh peserta berasal dari Yogyakarta. Ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap edukasi transportasi publik dan keselamatan perjalanan kereta api.

Program Edutrain memberikan kesempatan kepada pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian. Peserta memperoleh pemahaman mengenai operasional kereta api, fasilitas stasiun, prosedur keselamatan perjalanan, hingga pentingnya penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman dan ramah lingkungan.

Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026) mengatakan Yogyakarta memiliki budaya pendidikan yang kuat sehingga menjadi wilayah yang sangat potensial untuk mengembangkan program edukasi transportasi.

Sangat kuat

"Yogyakarta memiliki budaya pendidikan yang sangat kuat. Karena itu, kami melihat program Edutrain sebagai sarana yang efektif untuk memperkenalkan dunia perkeretaapian sekaligus menanamkan nilai-nilai keselamatan, kedisiplinan dan kepedulian terhadap transportasi publik kepada generasi muda. Kami mengapresiasi partisipasi 61.852 peserta yang telah mengikuti program ini sepanjang tahun 2026," ujarnya.

Menurut Porwanto, edukasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem mobilitas yang modern dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik mengenai manfaat transportasi berbasis rel, masyarakat diharapkan semakin menjadikan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian.

Dia menilai keberhasilan program Edutrain di Yogyakarta menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperluas manfaat layanan dan edukasi kepada masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas layanan yang ada, KAI Bandara juga sedang mengembangkan layanan transportasi perkeretaapian di Sumatera Utara agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau.

Saling melengkapi

"Kami meyakini bahwa edukasi dan pengembangan layanan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun budaya transportasi publik. Karena itu, KAI Bandara akan terus menjalin kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas jangkauan program Edutrain di masa mendatang," katanya.

Melalui program tersebut, KAI Bandara berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan transportasi publik dan mewujudkan mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Selain mengembangkan edukasi, KAI Bandara juga mengingatkan penumpang untuk selalu menjaga barang bawaan selama perjalanan. Perusahaan telah menyediakan layanan lost and found bagi barang yang tertinggal atau ditemukan petugas.

Penumpang juga diimbau datang lebih awal ke bandara, yakni tiga jam sebelum keberangkatan internasional dan dua jam sebelum penerbangan domestik, guna memastikan perjalanan berlangsung nyaman dan lancar. (*)