Tradisi Ramadan di Kampus UMY, Takjil Gratis di Jalur Cepat

Sebanyak 4.000 porsi takjil disiapkan setiap harinya untuk menyambut Ramadan 1447 H.

Tradisi Ramadan di Kampus UMY, Takjil Gratis di Jalur Cepat
Pembagian takjil gratis secara lantatur kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Ramadan di Yogyakarta selalu punya cerita tersendiri terutama bagi para mahasiswa yang jauh dari rumah. Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menghidupkan tradisi ngabuburit produktif dengan sentuhan kepedulian yang nyata. Bukan sekadar membatalkan puasa, UMY membuat momen berbuka menjadi ajang berbagi energi positif melalui program pembagian takjil gratis.

Sejak Rabu (18/2/2026), suasana kampus terpadu tampak lebih hidup dari biasanya. Sebanyak 4.000 porsi takjil disiapkan setiap harinya untuk menyambut Ramadan 1447 H. Program yang direncanakan berjalan selama 20 hari ini menjadi bukti kampus bukan hanya tempat belajar teori tapi juga tempat mempraktikkan nilai kemanusiaan.

Ada yang menarik dari cara UMY membagikan kebahagiaan ini. Mahasiswa diberikan dua pilihan akses yang sangat fleksibel. Layanan Drive-Thru berlokasi di Selasar Gedung Ar Fachruddin A. Jalur cepat ini cocok bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi atau sedang terburu-buru dengan kendaraan mereka.

Sedangkan pembagian langsung di Masjid KH Ahmad Dahlan. Opsi ini menjadi favorit bagi mereka yang ingin menikmati suasana tenang masjid sembari mengikuti kajian menjelang berbuka.

Ikut pengajian

Lailia Alfi Nur Fathonah, mahasiswi Keperawatan angkatan 2023 mengaku sangat terbantu dengan sistem ini. "Mahasiswa yang bawa kendaraan bisa langsung ambil tanpa harus turun. Sementara yang tidak bawa kendaraan tetap bisa dapat di masjid, bahkan bisa sekalian ikut pengajian. Opsinya banyak dan memudahkan," ujarnya antusias.

Rektor UMY Prof Dr Achmad Nurmandi MSc menyatakan kualitas adalah prioritas. Pihak kampus sangat memperhatikan keseimbangan gizi dalam setiap paket yang dibagikan.

"Menunya kami upayakan bergizi seimbang. Ada protein (hewani dan nabati), sayur-mayur, dan vitamin. Jadi mahasiswa tidak hanya sekadar berbuka, tetapi juga mendapatkan asupan sehat setelah seharian berpuasa," jelas Prof Nurmandi.

Dia menambahkan durasi 20 hari awal Ramadan dipilih secara strategis. Mengingat pada sepuluh hari terakhir mahasiswa biasanya sudah mulai bersiap untuk mudik, maka masa awal Ramadan adalah waktu paling efektif saat aktivitas perkuliahan masih padat-padatnya.

Berdampak positif

Bagi para mahasiswa, takjil gratis ini lebih dari sekadar bantuan pangan. Ini adalah bentuk kasih sayang kampus kepada penghuninya. Lailia berharap tradisi baik ini tidak pernah putus.

"Harapannya tentu tetap berjalan setiap Ramadan. Ini bentuk kepedulian kampus yang sangat berdampak positif bagi kami," ujarnya. (*)