Ajak Mahasiswa Bersyukur, Ahmad Syauqi Soeratno Bekali Penerima Beasiswa KIP Kuliah

Di luar sana, masih ada jutaan anak ingin kuliah tapi betul-betul tidak punya dana.

Ajak Mahasiswa Bersyukur, Ahmad Syauqi Soeratno Bekali Penerima Beasiswa KIP Kuliah
Anggota Komite III DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno memberikan pembekalan kepada mahasiswa penerima beasiswa KIP, Minggu (21/12/2025), di Kantor DPD RI Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)
Ajak Mahasiswa Bersyukur, Ahmad Syauqi Soeratno Bekali Penerima Beasiswa KIP Kuliah

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Komite III Ahmad Syauqi Soeratno mengajak para mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah agar mensyukuri nikmat. Caranya adalah menghormati orang tua, berprasangka baik dan menuntut ilmu secara sungguh-sungguh.

Ajakan itu disampaikan Syauqi pada acara Pembekalan Mahasiswa Penerima KIP-K Usulan Masyarakat Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia sekaligus Sosialisasi 4 pilar MPR RI, Minggu (21/12/2025), di Ruang Serbaguna Kantor DPD RI Perwakilan DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta.

“Doa orang tua membawa ketenangan hati. Saya berpesan kepada mahasiswa yang mendapat KIP Kuliah berterima kasih ke orang tua. Di luar sana, masih ada jutaan anak ingin kuliah tapi betul-betul tidak punya dana,” ujarnya di hadapan 60 mahasiswa dan orang tuanya atau pendamping masing-masing.

Kepada wartawan di sela-sela acara, Syauqi menyampaikan beasiswa KIP Kuliah diberikan oleh negara agar terbangun generasi muda yang siap menerima estafet kepemimpinan. Mahasiswa melalui ilmunya diharapkan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ahmad Syauqi Soeratno bersama narasumber dan mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah. (sholihul hadi/koranbernas.id)

“Karena hanya dengan ilmu maka negara ini akan tumbuh besar, mandiri dan beri manfaat luas bagi warga negara. Harapannya, anak-anak ini kuliah dengan sungguh-sungguh, memperdalam ilmunya kemudian membawa ilmunya kembali ke masyarakat,” kata Syauqi.

Penerima beasiswa, lanjut dia, juga perlu dipantau prestasi akademiknya maupun hal-hal lain yang terkait dengan administrasi. “Ya, kita akan terus pantau kita tidak bisa bertemu setiap setiap hari. Saya tadi sudah minta dibuatkan semacam ruang komunikasi di grup WA atau apa, untuk kita pantau prestasinya. Kalau ada persoalan, ya kita bantu lagi agar sekolahnya dapat selesai seperti yang direncanakan,” tandasnya.

Menurut dia, penerima beasiswa KIP Kuliah selain diseleksi lewat administrasi berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan, juga perlu disinkronkan antara minat mahasiswa dengan program studi (prodi) yang dibuka untuk program KIP di masing-masing kampus.

Misalnya, Syauqi mencontohkan, satu kampus punya 20 prodi namun tidak seluruhnya terbuka untuk KIP. “Tidak setiap orang bisa memperoleh KIP. Kalau semua ini bisa ketemu dan klop maka tugas kami selain menyalurkan membantu penerima juga memastikan proses ini berjalan sampai dengan tuntas,” ungkapnya.

Sejumlah kampus

Syauqi menambahkan selama ini komunikasi dengan kampus juga sudah berjalan. “Saya tidak tahu yang lain, kalau kita komunikasi dengan kampus ya kaya anake dhewe,” katanya.

Ke-60 mahasiswa tersebut saat ini sedang menjalani masa kuliah pada sejumlah kampus di DIY yaitu Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, Insitut Seni Indonesia Yogyakarta.

Selain bertemu para mahasiswa penerima KIP Kuliah, Ahmad Syauqi Soeratno menyampaikan melalui agenda reses kali ini dirinya bersama tim juga mengadakan silaturahmi dengan warga di tiga kapanewon di Bantul untuk menyampaikan hasil kerja DPD RI sekaligus memberikan ruang aspirasi bagi masyarakat berbagai persoalan pembangunan di daerah.

“Setelah itu, sore geser lagi untuk mendiskusikan beberapa hasil kajian dan analisis dari tim DPD. Setahun kemarin apa yang sudah kita lakukan kita kaji, kemudian merancang berbagai program strategis terkait dengan perkembangan daerah,” jelasnya.

Sebagai legislator yang salah satunya membidangi pariwisata, Syauqi menyatakan dirinya juga menerima langsung aspirasi dari masyarakat termasuk merespons keluh kesah pedagang Teras Malioboro. “Teras Malioboro sebagai salah satu pendukung utama pariwisata harus betul-betul menjalankan fungsinya,” kata Syauqi. (*)