"Gawai Alat Bantu, bukan Mengendalikan Kita"
Santri sebagai generasi penerus bangsa perlu menjadi contoh pengguna gawai yang cerdas, santun dan beretika.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari menghadiri kegiatan Kemah Santri Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Barokah Kranggan Kalurahan Murtigading Sanden Bantul.
Panitia kegiatan itu, Alex, melalui siaran pers, Selasa (28/10/2025), mengungkapkan Kemah Santri yang diikuti 350 peserta dari berbagai pesantren di DIY ini dilaksanakan Sabtu dan Minggu (25-26/10/2025) lalu.
Menurut dia, Kapolres hadir untuk memberikan pembekalan materi bertema Penggunaan Gawai secara Bijak bagi Generasi Muda.
Kapolres menyatakan bahwa di era digital seperti sekarang penggunaan gadget atau gawai tidak bisa dihindari, namun harus diimbangi dengan pengendalian diri, etika digital serta pemahaman akan dampak positif dan negatifnya.
Jejak digital
“Gawai adalah alat bantu, bukan alat yang mengendalikan kita. Gunakan untuk hal-hal produktif, mencari ilmu, dan memperluas wawasan, bukan untuk hal yang menjerumuskan,” pesannya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga jejak digital, menjauhi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta konten negatif di media sosial. Menurutnya, santri sebagai generasi penerus bangsa perlu menjadi contoh pengguna gawai yang cerdas, santun dan beretika.
Kegiatan ini menjadi semakin menarik karena para santri aktif mengajukan pertanyaan seputar penggunaan media sosial, keamanan data pribadi dan cara menghindari pengaruh buruk dunia maya.
Alex menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Bantul yang telah memberikan wawasan penting bagi peserta.
Sariyati Wijaya
