Rocket Padel Resmi Dibuka di Godean, Ruang Baru untuk Olahraga dan Komunitas

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut pembukaan Rocket Padel sebagai langkah maju.

Rocket Padel Resmi Dibuka di Godean, Ruang Baru untuk Olahraga dan Komunitas
Potong tumpeng oleh Nurul Atik diserahkan kepada Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia dan Bupati Sleman sebagai tanda dibukanya Rocket Padel di Sidomoyo Sleman. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Siapa sangka, langkah Nurul Atik, pendiri PT Rocket Chicken Indonesia, merambah dunia olahraga padel berawal dari rasa penasaran. Dia mengaku semula sama sekali tidak tahu soal olahraga ini.

“Sebetulnya saya tidak tahu soal padel. Setahun yang lalu ada keponakan yang menyuruh bikin padel, tapi saya tidak tertarik waktu itu. Tapi setelah saya lihat padel itu apa, saya lihat di TikTok, kok ternyata ramai,” ujar Nurul saat peresmian Rocket Padel, Sabtu (13/9/2025), di Sidomoyo Godean Sleman.

Nurul yang dikenal sebagai pioner F&B dengan ribuan cabang Rocket Chicken di seluruh Indonesia itu kemudian melihat potensi besar.

“Setelah saya pelajari, ini olahraga yang menarik. Bahkan banyak orang dari luar kota datang sambil main padel. Karena itu saya persilakan siapa saja memberi masukan. Saya sadar banyak kekurangan, tapi harapannya masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Langkah maju

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut pembukaan Rocket Padel sebagai langkah maju bagi dunia olahraga di wilayahnya.

“Mudah-mudahan arena ini bisa dimanfaatkan masyarakat, terus berbenah, dan menjadi arena yang representatif serta berstandar internasional. Sehingga nantinya bisa melahirkan atlet-atlet besar dari sini,” ujarnya.

Senada, Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY, RM Gustilantika Marrel Suryokusumo, menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang sehat di tengah pesatnya perkembangan padel.

“Olahraga padel saat ini di Indonesia sedang berkembang pesat, bahkan juga di dunia. Karena itu, saya senang sekali ada yang membuka lapangan di Sleman, agar padel bisa merata di seluruh daerah,” jelasnya.

Ikut turnamen

Sebagai organisasi yang baru dikukuhkan pada Agustus 2025, PBPI DIY bahkan sudah mendorong atlet untuk ikut turnamen nasional maupun internasional.

“Dua atlet dari sini akan berangkat ke Jakarta untuk seleksi tim nasional. Kalau lolos, mereka akan mewakili Indonesia bertanding di kejuaraan dunia. Mohon doa dan dukungannya agar bisa mengharumkan nama Jogja dan Indonesia,” kata Marrel.

Dia menambahkan, Jogja dengan identitasnya sebagai kota pelajar, usaha dan budaya, harus menumbuhkan olahraga padel secara sehat.

“Kalau tumbuh cepat tanpa diatur, bisa saling bersaing tidak sehat. Justru harus saling menghidupi. Dengan begitu, padel bisa menjadi daya tarik sport tourism. Jadi bukan hanya event musik, seni, dan budaya yang jadi magnet wisata, tapi juga olahraga. Dampaknya bisa besar bagi ekonomi,” katanya.

Berlangsung meriah

Peresmian Rocket Padel sendiri berlangsung meriah, dihadiri tamu undangan, tokoh masyarakat, hingga bintang tamu Bagas Pratama dan Ofix Okefix. Acara dimulai dengan sambutan, doa bersama, potong tumpeng, hingga exhibition match seru yang mempertemukan pasangan Nurul Atik - Marrel Suryokusumo melawan Bagas-Ofix.

Penanggung jawab acara, Kusuma Wardana, menekankan bahwa Rocket Padel bukan sekadar lapangan olahraga.

Grand Opening ini bukan hanya soal membuka lapangan, tapi juga soal membuka ruang komunitas. Kami berkomitmen menghadirkan program seperti trial lapangan, turnamen, event, dan kolaborasi kreatif agar Rocket Padel benar-benar menjadi bagian dari masyarakat,” jelasnya.

Acara ditutup dengan penampilan musik DJ Ipank dan games berhadiah yang membuat suasana semakin semarak. Dengan fasilitas modern dan ruang yang nyaman, Rocket Padel siap menjadi pusat olahraga, rekreasi, sekaligus gaya hidup baru di Yogyakarta. (*)