Respons Cepat Selamatkan Dua Anak Terjebak Kebakaran Rumah di Jokteng Kulon Yogyakarta

Saat hendak masuk menolong, atap plafon roboh. Saya terpaksa lari lewat pintu belakang.

Respons Cepat Selamatkan Dua Anak Terjebak Kebakaran Rumah di Jokteng Kulon Yogyakarta
Petugas melakukan pendataan setelah berhasil memadamkan kebakaran di rumah warga tepat di belakang warung Lesehan Ikan Bakar. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Respons cepat warga bersama tim pemadam kebakaran dan layanan medis berhasil menyelamatkan dua anak yang terjebak dalam kebakaran rumah tinggal di kawasan Pojok Beteng Kulon (Jokteng Kulon) Yogyakarta, Minggu (20/7/2025) malam.

Lokasi kebakaran berada tepat di belakang Warung Lesehan Ikan Bakar 898 Jalan MT Haryono No 57 Kelurahan Suryodiningratan Kemantren Mantrijeron Kota Yogyakarta.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20:00. Seorang saksi mencium bau terbakar dan segera menuju lokasi. Dia mendapati api sudah membesar dari bagian plafon rumah tinggal yang bersebelahan langsung dengan warung lesehan.

Saat itu, korban dewasa berteriak meminta tolong karena dua anak masih berada di kamar belakang. “Saat hendak masuk menolong, atap plafon roboh. Saya terpaksa lari lewat pintu belakang, lalu bersama warga berhasil mengevakuasi dua anak tersebut,” kata Danang, saksi mata sekaligus penyelamat.

Rusak berat

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi SH, menyatakan benar kejadian tersebut. Menurutnya, meski tidak ada korban jiwa, rumah tinggal tersebut mengalami kerusakan berat dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik di bagian atas plafon rumah. Namun penyelidikan teknis tetap dilakukan untuk kepastian,” jelas Gandung.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Teguh Wijayanto, menyebutkan laporan pertama diterima Pos Mojo, yang langsung menerjunkan armada karena lokasi kejadian cukup dekat. Unit bantuan dari Damkar Bantul dan Sleman juga dilibatkan, termasuk redcar dari Pemkot Yogyakarta.

“Kendala hanya pada minimnya informasi awal dan tidak adanya nomor telepon yang bisa dihubungi. Tapi lokasi yang berada di pinggir jalan memudahkan akses armada,” terang Teguh.

Dievakuasi

Sebelum tim pemadam tiba, kedua anak sudah lebih dulu dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta oleh tim Ambulans Rumah Singgah Al-Fatih.

Berdasarkan laporan PSC 119 DIY, anak pertama berusia 6 tahun mengalami sesak nafas akibat trauma inhalasi, sementara anak kedua usia 3 tahun mengalami syok. Seorang wanita dewasa, Ny E (33), juga mengalami syok dan ditangani di tempat.

Layanan medis yang terlibat dalam kejadian ini berasal dari berbagai unit, di antaranya PSC 119 DIY, URC33, Mbah Joyo Center, PCM Kasihan, dan Sar Satlinmas DIY. “Ini adalah wujud sinergi nyata antara masyarakat dan instansi layanan darurat. Tanpa kolaborasi, korban jiwa bisa saja terjadi,” ujar Teguh.

Hingga kini, tim inspeksi dari Damkarmat Kota Yogyakarta dan kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Bangunan rumah tinggal yang terbakar berada dalam satu kompleks dengan warung lesehan, namun api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain yang berdekatan. (*)