Peserta JKN Operasi Pengangkatan Tumor Tanpa Biaya

Operasi saya kemarin benar-benar nol rupiah.

Peserta JKN Operasi Pengangkatan Tumor Tanpa Biaya
Peserta JKN Wartinah menunjukkan aplikasi JKN mobile. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan dampak nyata bagi perlindungan finansial dan kepastian medis masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Wartinah (47), perangkat desa warga Dukuh Karanglo Desa Karangrejo Kecamatan Karanggayam Kebumen merupakan salah seorang penerima manfaat itu. Dia menjalani operasi pengangkatan tumor payudara di RS PKU Muhammadiyah Gombong tanpa biaya medis sedikit pun.

Sekitar satu bulan lalu Wartina mulai merasakan gejala nyeri yang tidak biasa pada bagian payudaranya. Rasa pegal dan tidak nyaman setiap kali disentuh membuatnya menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi kesehatannya. Tanpa menunda waktu, segera memanfaatkan haknya sebagai peserta JKN dengan memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

Dokter menyarankan dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan penunjang yang lebih lengkap. "Setelah melalui serangkaian observasi, saya dinyatakan harus segera menjalani tindakan operasi,” ujar Wartinah membagikan pengalamannya kepada Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, Senin (5/5/2026).

Tumor jinak

Meski sempat cemas, pelayanan yang humanis tenaga medis di rumah sakit berhasil membesarkan hatinya untuk berani naik menjalani operasi. Wartinah bersyukur ketika hasil laboratorium menunjukan tumor yang diangkat adalah jenis tumor jinak. Kini, di masa pemulihan masih rutin melakukan kontrol medis dua minggu sekali guna memastikan kondisinya tetap stabil.

Sebagai istri dari seorang buruh dan ibu dari tiga anak, Wartinah mengakui tanpa JKN, biaya operasi sebesar itu akan menjadi beban finansial yang sangat berat bagi keluarganya. “Operasi saya kemarin benar-benar nol rupiah. JKN membuat saya bisa fokus pada penyembuhan tanpa harus memikirkan biaya,” kata Wartinah.

Sedangkan Dina Diana Permata apa yang dialami Wartinah adalah representasi dari keberhasilan transformasi mutu layanan yang sedang gencar dilakukan oleh BPJS Kesehatan.

Pihaknya mengapresiasi kesadaran Wartinah segera melakukan deteksi dini. Keberaniannya untuk memeriksakan diri sejak gejala awal muncul adalah langkah krusial yang menentukan keberhasilan penanganan medis. "Ini membuktikan ketika sistem rujukan berjalan dengan baik pasien akan mendapatkan kepastian layanan secara tepat waktu,” ujar Dina. (*)