Melawan Lupa dengan Egrang dan Balap Karung, Olahraga Tradisional Guncang Sleman

Perayaan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman dimeriahkan lomba olahraga tradisional mulai dari egrang hingga bakiak. Ratusan peserta dari 17 Kapanewon berebut total hadiah 30 juta rupiah dalam ajang pelestarian budaya ini

Melawan Lupa dengan Egrang dan Balap Karung, Olahraga Tradisional Guncang Sleman
Anggota Kormi (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Sleman sedang mengikuti lomba olahraga tradisional tingkat Kabupaten, Sabtu (9/5/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN–Riuh rendah tawa dan semangat gotong royong memecah kesunyian Lapangan Pemda Sleman, Sabtu (9/5/2026). Bukan karena kompetisi olahraga modern yang kaku, melainkan deru langkah bakiak dan lari karung estafet yang menjadi bintang utama dalam perayaan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

Lewat tangan dingin Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Sleman, permainan rakyat yang nyaris terpinggirkan ini disulap menjadi panggung adu ketangkasan yang penuh gengsi.

Identitas Bangsa di Tengah Gempuran Modernisasi

Ratusan peserta perwakilan dari 17 Kapanewon berkumpul bukan sekadar memburu total hadiah Rp30 juta yang disiapkan panitia. Ada misi yang lebih besar: menjaga agar identitas budaya bangsa tidak luntur ditelan zaman.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, saat membuka acara menegaskan bahwa olahraga tradisional seperti egrang, bakiak, dan lari karung adalah instrumen penting penyimpan nilai luhur. Di dalamnya terkandung dosis kuat sportivitas, kedisiplinan, hingga ketahanan mental yang sulit ditemukan dalam permainan digital masa kini.

“Ini bukan sekadar permainan rakyat, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai gotong royong dan kebersamaan,” tegas Danang di hadapan para peserta.

Ketua Kormi Sleman, Suparman, menambahkan bahwa ajang ini merupakan upaya konkret memperkenalkan kembali kekayaan lokal kepada masyarakat luas. Dengan format kompetisi yang menyenangkan namun tetap kompetitif, diharapkan sinergi dan kolaborasi antarwarga Sleman semakin erat di usia kabupaten yang kini menginjak 110 tahun. (*)