Kondisi Pasar Delanggu Memprihatinkan, Fasilitas Rusak dan Banyak Kios Tutup

Selama dikelola oleh investor, kondisi Pasar Delanggu bukannya tambah ramai namun sebaliknya

Kondisi Pasar Delanggu Memprihatinkan, Fasilitas Rusak dan Banyak Kios Tutup
Pasar Delanggu Klaten yang dibangun dan dikelola oleh investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBBP) Surakarta. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN--Kondisi Pasar Delanggu di pinggir Jalan Raya Solo-Jogja Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten, sangat memprihatinkan. Padahal, pasar milik Pemkab Klaten itu dikelola oleh investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBBP) Surakarta selama 25 tahun, sejak 2007-2032. Selain kondisi bangunan dan sarana prasarana banyak yang rusak, kios di lantai 2 juga banyak yang tutup sejak diresmikan 18 tahun lalu.

Kondisi ini dikeluhkan banyak pedagang maupun pengunjung yang ingin belanja. Ironisnya, tidak ada upaya perbaikan terhadap sarana prasarana yang rusak, sehingga mengganggu kenyamanan mereka dalam beraktivitas.

Beberapa pedagang mengatakan, sarana prasarana pasar yang rusak yakni MCK, talang, atap dan lain sebagainya. Kerusakan itu sudah disampaikan ke pengelola pasar, namun pihak investor tidak memperbaiki sarana prasarana yang rusak.

“Pasar ini dua lantai dan MCK pada rusak. Padahal sudah beberapa kali kami sampaikan agar diperbaiki,” kata beberapa pedagang saat ditemui, Selasa (3/2/2026).

Di lantai dua juga banyak kios yang tutup dan tidak pernah buka sejak diresmikan pada 2007 lalu. Begitu juga dengan los yang sepi dan hanya terlihat beberapa pedagang saja.

Karena Pasar Delanggu masih dikelola pihak investor hingga tahun 2032, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) juga tidak bisa mengalokasikan anggarannya untuk melakukan perbaikan. 

Kepala DKUKMP Klaten, Anang Widjadmoko membenarkan Pasar Delanggu masih dalam pengelolaan pihak investor.

Seperti diketahui, Pasar Delanggu merupakan pasar milik Pemkab Klaten yang dibangun dan dikelola investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa (KBBP) Surakarta pada 2007. Pengelolaan pasar di pinggir jalan raya Solo-Jogja itu selama 25 tahun hingga 2032.

Selama dikelola oleh investor, kondisi Pasar Delanggu bukannya tambah ramai namun sebaliknya. Tentu ini tidak terlepas dari sikap pedagang lama menjelang pembangunan.

Saat itu, pedagang Pasar Delanggu terpecah dan banyak yang tidak mau kembali ke pasar meski proses pembangunan telah selesai. Pedagang ada yang memilih tetap berjualan di sepanjang jalan pabrik karung Delanggu dan ada juga yang berjualan di pinggir jalan stasiun Delanggu. Pedagang yang berjualan di sepanjang jalan pabrik karung Delanggu kini berjualan di pasar Desa Delanggu dan yang berjualan di sepanjang jalan stasiun Delanggu kini berjualan di pasar ngeseng milik Desa Gatak Delanggu.

Praktis, banyaknya pedagang lama Pasar Delanggu yang kini berjualan di dua pasar desa itu berpengaruh pada jumlah pedagang Pasar Delanggu saat ini. Bahkan, perolehan retribusi pasar juga berpengaruh pada PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Klaten. (*)