Ibas Yudhoyono Berbagi Ilmu Kepemimpinan di UNY

Pembentukan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa bisa dimulai dari hal-hal kecil.

Ibas Yudhoyono Berbagi Ilmu Kepemimpinan di UNY
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono berbicara di kampus UNY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI Dr Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas Yudhoyono berkunjung ke kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (28/8/2025) malam.

Kedatangan putra presiden ke-6 RI Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut menjadi pembicara dalam acara Student Development Program (SDP) Leadership 2025 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM KM FISIP) UNY.

Narasumber lainnya Wakil Bupati Kulonprogo H Ambar Purwoko A Md dan sekretaris Komisi D DPRD Bantul, Herry Fahamsyah MIP MM. Kedatangan mereka dalam rangka memberikan wawasan dan berbagi ilmu tentang kepemimpinan.

Tampak menyambut Rektor UNY Prof Sumaryanto dan jajaran. "Ini program kerja dari Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa BEM KM Fisip UNY," kata Ahmad Hanung Wibowo, ketua panitia.

Aspirasi

Peserta terdiri 200 mahasiswa baru Fisip dan 400 umum. Mahasiswa baru menuliskan keinginan dan cita-cita mereka pada papan harapan di pintu masuk lokasi acara.

"Dengan acara ini mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan aspirasi, keinginan dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri mereka," katanya.

Ketua BEM KM Fisip, Ivannindra Juan K, mengatakan penyelenggara mengundang narasumber dari luar. "Kita datangkan tokoh sosial politik dari luar yang berpengalaman untuk berbagi ilmunya kepada mahasiswa,” ungkapnya.

Selain ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, mereka juga ada tambahan pembekalan dari para ahlinya yang sudah terjun ke sosial politik. Kegiatan tahunan ini juga sebagai penanda awal perkuliahan mahasiswa baru yang sedang memasuki masa orientasi.

Hal-hal kecil

Ibas Yudhoyono dalam kesempatan itu menyampaikan pembentukan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa bisa dimulai dari hal-hal kecil. Misalnya, menjaga kelestarian lingkungan, memungut sampah yang dibuang sembarangan atau jadi pemimpin komunitas.

Untuk menjadi pemimpin yang baik harus menjunjung tinggi integritas, kejujuran dan rasa keadilan. Ketiganya harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

"Seorang pemimpin harus menjadi sosok yang mengedepankan kepentingan umum dan masyarakat secara luas, kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan," kata Ibas. (*)