Homliv Tanam Pohon Jati di Desa Wisata Krebet

Pohon yang ditanam bisa digunakan sebagai bahan baku setelah berusia 20 hingga 25 tahun.

Homliv Tanam Pohon Jati di Desa Wisata Krebet
PT Homliv Anugerah Tritunggal Indonesia menggelar jalan sehat di Desa Wisata Krebet Kalurahan Sendangsari Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh tanggal 28 November 2025, PT Homliv Anugerah Tritunggal Indonesia menggelar jalan sehat di Desa Wisata Krebet Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul. Satu rangkaian dengan acara itu dilakukan penanaman 100 pohon jati.

Jati dipilih mengingat bahan baku untuk produk HomLiv adalah kayu berasal dari Krebet. Selain itu, juga sebagai bentuk kontribusi PT Homliv Anugerah Tritunggal Indonesia menjaga kelestarian sumber daya alam.

Dilakukan pula peresmian sentra oleh-oleh di desa wisata yang terkenal dengan kerajinan batik kayu tersebut.

"Kami bergerak di bidang industri peralatan masak (kitchenware) dan dekorasi rumah (home and decoration) yang terbuat dari kayu, seperti peralatan makan, spatula, telenan. Menanam pohon adalah bentuk kontribusi kami bagi kelestarian alam," kata Yudiana Lyn, Founder sekaligus CEO Homliv, didampingi pengelola Desa Wisata Krebet, Agus Jati Kumara.

Foto bersama usai penanaman 100 pohon jati di Desa Wisata Krebet. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Pohon yang ditanam bisa digunakan sebagai bahan baku setelah berusia 20 hingga 25 tahun. Perusahaan tersebut fokus pada produk lokal berkualitas tinggi.

HomLiv juga mengantongi sertifikasi halal, SNI ISO 9001:2015, SNI ISO 14001:2015 dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk memastikan produknya berkualitas dan legal.

"Kami bermitra dengan para perajin lokal termasuk dari Krebet. Setidaknya ada 50 perajin di sini yang sudah bekerja sama dengan Homliv dan jumlahnya akan terus bertambah," katanya.

Yudiana Lyn memiliki misi sosial untuk memberdayakan perajin lokal, mengolah produk desa menjadi berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Pasar Eropa

Melalui kolaborasi ini, karya para perajin di Krebet dikenal luas dan bahkan menarik perhatian pasar ekspor ke Eropa, Amerika Serikat dan Asia Tenggara.

Model bisnis HomLiv yang menggabungkan inovasi lokal dan pemanfaatan ekosistem digital telah memenangkan berbagai penghargaan. PT Homliv berfungsi sebagai jembatan yang membantu perajin Krebet memasarkan produk mereka secara lebih luas sekaligus menjaga kelestarian budaya batik kayu. (*)