GEMARIKAN Masuk Program Makan Bergizi Gratis, DPRD DIY Dorong SPPG Sajikan Menu Ikan Dua Kali Sepekan

GEMARIKAN masuk Program Makan Bergizi Gratis di DIY. DPRD DIY mendorong SPPG menyajikan menu ikan dua kali sepekan untuk meningkatkan gizi anak dan konsumsi ikan

GEMARIKAN Masuk Program Makan Bergizi Gratis, DPRD DIY Dorong SPPG Sajikan Menu Ikan Dua Kali Sepekan
Budi Waljiman saat berkunjung ke SPPG di Bantul, dorong GEMARIKAN untuk pemenuhan gizi anak. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL--Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) kini semakin diperkuat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan mengintegrasikan menu ikan ke dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). DPRD DIY bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyajikan menu berbahan dasar ikan sedikitnya dua kali dalam sepekan sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperbaiki gizi anak-anak.

Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman. Menurutnya, kebijakan DKP DIY merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas nasional.

Ikan melengkapi kandungan protein dalam menu MBG. Saya sangat setuju karena ini menjadi cara efektif membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak dini, ujar Budi saat meninjau pelatihan pengolahan ikan yang digelar DKP DIY di SPPG Pendowoharjo 3, Sewon, Bantul, Senin (7/7/2026).

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 peserta dan dihadiri Koordinator Wilayah SPPG Bantul Fitra, mitra SPPG Maryati, serta Kepala Dapur SPPG Pendowoharjo 3 Mario Ramos Butar Butar, S.Tr.Par.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pelatihan mengolah berbagai jenis ikan seperti patin, lele, gurami, dan nila menjadi menu yang lezat, bergizi, serta lebih menarik bagi anak-anak.

Konsumsi Ikan DIY Masih di Bawah Nasional

Penguatan kampanye GEMARIKAN dinilai penting karena tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY masih tertinggal dibandingkan rata-rata nasional.

Data tahun 2025 menunjukkan konsumsi ikan masyarakat DIY baru mencapai 36,29 kilogram per kapita per tahun, sedangkan rata-rata nasional sudah berada di angka 56 kilogram per kapita per tahun.

Budi menilai rendahnya konsumsi ikan dipengaruhi pola konsumsi masyarakat yang sejak kecil lebih terbiasa memperoleh sumber protein dari ayam, telur, maupun kedelai.

Karena itu, kehadiran menu ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu membangun kebiasaan baru di kalangan anak-anak.

Nantinya setiap SPPG di DIY menyediakan menu ikan dua kali dalam seminggu. Jadwalnya disesuaikan masing-masing SPPG,kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Menurutnya, apabila anak-anak sudah terbiasa mengonsumsi ikan sejak usia dini, manfaatnya tidak hanya meningkatkan kecukupan protein, tetapi juga mendukung pertumbuhan, kecerdasan, dan kesehatan mereka dalam jangka panjang.

SPPG Komitmen Sajikan Menu Berkualitas

Koordinator Wilayah SPPG Bantul, Fitra, menegaskan SPPG Pendowoharjo 3 berkomitmen menghadirkan layanan terbaik melalui penyediaan fasilitas, peralatan, serta bahan baku berkualitas tinggi.

Menurutnya, seluruh proses operasional dilakukan dengan standar keamanan pangan sehingga setiap makanan yang disajikan memiliki mutu yang terjaga.

Setiap produk yang kami hasilkan harus memiliki kualitas terbaik dan memberi manfaat bagi para penerima. Termasuk dalam penyediaan menu ikan, itu menjadi komitmen kami, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Pendowoharjo 3 Mario Ramos Butar Butar mengatakan, dapurnya saat ini melayani 1.833 penerima manfaat MBG, terdiri atas 1.010 porsi kecil dan 823 porsi besar.

Penerima manfaat berasal dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan, di antaranya SDN Timbulharjo, SD Muhammadiyah Pendowo, SD Negeri Blunyahan, SD Negeri Monggang, TK Aisyiyah Slanggen, KB dan TK Al Wafa, PAUD Ushwatun Hasanah, PAUD dan TK PKK 6 Sudimoro, KB Al Hakim, hingga sejumlah posyandu di wilayah Pendowoharjo.

Perkuat Ekonomi Lokal

Selain meningkatkan kualitas gizi anak, Budi juga meminta seluruh SPPG memprioritaskan pembelian bahan baku dari petani, peternak, pembudidaya ikan, dan pelaku UMKM di wilayah DIY.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah karena perputaran uang tetap berada di Yogyakarta.

SPPG sebaiknya membeli kebutuhan bahan pangan dari Bantul, Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, maupun Gunungkidul. Dengan begitu UMKM semakin maju, peternak dan pembudidaya ikan ikut sejahtera, gizi anak-anak terpenuhi, sekaligus ekonomi masyarakat terus tumbuh, tegas Budi. (*)