Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Ngebut, Warga Trihanggo Terima Uang Ganti Rugi Tahap 4
Kantah Sleman cairkan uang ganti rugi Tol Solo-Jogja-YIA Tahap 4 di Trihanggo. Simak detail pembayaran 14 bidang tanah dan komitmen percepatan PSN di DIY
KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Pemerintah terus memacu percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulonprogo. Teranyar, Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Sleman menuntaskan pembayaran uang ganti kerugian bagi warga terdampak di Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kalurahan Trihanggo ini menyasar 14 bidang tanah di Dusun Ngawen, Kronggahan I, dan Kronggahan II. Proses pembayaran ini menandai rampungnya tahapan penting pengadaan tanah Tahap 4 sebelum alat berat mulai menggarap konstruksi fisik di wilayah tersebut.
Cair Lewat Bank, Langsung Lepas Hak
Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantah Sleman, Tekad Soebagyo, memimpin langsung penyerahan dana tersebut bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PT Jasa Marga Jogja Solo.
Pemerintah menggunakan mekanisme transfer perbankan untuk menjamin keamanan dan transparansi. Setelah menerima dana, para pemilik lahan langsung menandatangani dokumen pelepasan hak atas tanah sebagai syarat administrasi pengadaan tanah bagi kepentingan umum.
Kepala Kantah Kabupaten Sleman, Drs. Imam Nawawi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang mendukung kelancaran proyek ini.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan dana ganti kerugian ini secara bijak dan produktif untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Imam.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan pengadaan tanah yang akuntabel dan memberikan kepastian hukum bagi warga terdampak.
Penyelesaian pengadaan tanah di Trihanggo ini menjadi kunci krusial bagi konektivitas antarwilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulonprogo diproyeksikan bakal memangkas waktu tempuh secara signifikan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi regional. Dengan dukungan masyarakat yang kooperatif, pemerintah optimis jalur bebas hambatan ini segera beroperasi untuk melayani kebutuhan transportasi masa depan. (*)
Siaran Pers
