Al Anshor Tours Berangkatkan 193 Calon Jamaah Haji Khusus ke Tanah Suci

Para jamaah calon haji agar senantiasa mengikuti aturan dan kebijakan pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi.

Al Anshor Tours Berangkatkan 193 Calon Jamaah Haji Khusus ke Tanah Suci
Sesi foto bersama saat pembukaan Pemantapan Manasik Haji Khusus Jamaah 1447 H/2026 PT Al Anshor Madinah Barokah, Sabtu (28/3/2026), di Prima SR Hotel Sleman. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN --  PT Al Anshor Madinah Barokah (Al Anshor Tours) semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu travel penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus (PIHK) terpercaya di Indonesia.

Ini terbukti pada musim haji 1447/2026 tahun ini, PT Al Anshor Madinah Barokah yang berkantor pusat di Jalan Mojo No 24 A Baciro Gondokusuman Yogyakarta itu memberangkatkan 182 calon jamaah haji khusus kuota pemerintah dan 11 petugas haji (termasuk 4 tim dokter) pada tahun 2026.

Direktur Utama PT Al Anshor Madinah Barokah Drs H Ghozali Mukri saat Pemantapan Manasik Haji Khusus Jamaah 1447 H/2026 M, Sabtu (28/3/2026), di Prima SR Hotel Jalan Magelang Sleman, menyatakan dari jumlah calon jamaah haji itu rinciannya 88 jamaah laki-laki dan 105 jamaah perempuan.

Disebutkan, travel dengan tagline Setia Mendampingi ini tercatat telah memberangkatkan rata-rata 150 - 200 jamaah haji khusus setiap tahunnya sejak tahun 2016. Total alumni hingga tahun 2025 tercatat sekitar 2.000 jamaah haji yang cukup aktif dalam kegiatan pascahaji yakni pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan di Masjid Al Ghozali Yogyakarta.

Pembukaan Pemantapan Manasik Haji Khusus Jamaah 1447 H/2026 PT Al Anshor Madinah Barokah, Sabtu (28/3/2026), di Prima SR Hotel Sleman. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kepada wartawan di sela-sela acara Ghozali Mukri menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Al Anshor Tours sebagai penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus selama kurang lebih sepuluh tahun ini.

Alhamdulillah, tahun ini kami diberikan kepercayaan untuk memberangkatkan 193 calon jamaah haji khusus dengan rincian 119 orang dari DIY dan Jateng, 50 orang dari Kaltim, 13 orang dari Jatim, 7 orang dari Jakarta dan 3 orang dari Palembang,” ungkapnya.

Menurutnya, ini merupakan merupakan amanah yang harus dijaga, baik dari segi kekhusyukan ibadah maupun kenyamanan pelayanan tanpa mengesampingkan aspek keamanan juga keselamatan.

Pria yang akrab disapa Ustad Ghozali tersebut menambahkan, sebagai bagian dari pelayanan prima yang diberikan Al Anshor Tours kepada calon jamaahnya, selain memberikan fasilitas fisik sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, seperti seragam, tas, koper dan lain sebagainya, Al Anshor Tours juga memberikan fasilitas nonfisik.

Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi DIY, Jauhar Mustofa, menyampaikan keterangan pers. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Yaitu, bimbingan kesiapan teknis dan digital, kesiapan fisik dan keselamatan, aspek mental dan spiritual yang dirangkum dalam pembekalan atau manasik calon jamaah haji dengan kurikulum lebih dari 100 jam.

“Al Anshor Tours telah memulai bimbingan pra-manasik untuk keberangkatan calon jamaah haji tahun 2026 ini sejak bulan Juli 2025 dengan frekuensi sekali setiap bulannya dan semakin intensif mulai bulan Januari 2026 - Maret 2026,” jelasnya.

Adapun materi yang diberikan sangat komprehensif mulai dari aspek fikih ibadah, teknis, perlengkapan, kesehatan fisik oleh tim dokter profesional hingga aspek psikologis yang dibawakan langsung oleh psikolog.

Dia menjelaskan, Pemantapan Manasik Haji Khusus yang berlangsung dua hari 28-29 Maret 2026 ini merupakan puncak dari rangkaian manasik. Al Anshor Tours mengundang seluruh calon jamaah haji khusus tahun ini hadir dalam acara pembekalan yang dibuka dan dihadiri Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi DIY, Drs H Jauhar Mustofa M Si.

Dua hari

Di hadapan calon jamaah haji, Jauhar Mustofa memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh PT Al Anshor Madinah Barokah memberikan manasik dan bimbingan yang lengkap dan komprehensif kepada calon jamaah haji khusus tahun 2026 ini. “Mari ikuti pemantapan selama dua hari ini. Jangan hanya formalitas,” pesannya.

Harapannya, jamaah haji khususnya dari DIY bisa merasakan nikmatnya ibadah di tanah suci, ini sejalan dengan tagline perusahaan itu yaitu haji bahagia penuh makna. Ini dapat diraih apabila mereka memantapkan niat dan mengikuti manasik sehingga diberikan kemudahan, kelancaran serta diridai Allah SWT.

Jauhar mengakui, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY yang baru enam bulan bertugas atau masih dalam masa transisi tidak boleh setengah-setengah mengurusi ibadah haji melainkan harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tak lupa dia mengingatkan agar para jamaah calon haji senantiasa mengikuti aturan dan kebijakan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi. Ini karena sejak 2024 pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan yang semakin ketat. Tujuannya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para jamaah haji dari seluruh dunia. “Sebagai duta Indonesia, jaga nama baik Indonesia agar tetap harum di Arab Saudi,” ajaknya.

Digitalisasi

Memang, lanjut dia, awalnya sempat mengejutkan para jamaah terkait dengan digitalisasi semua urusan haji termasuk diberlakukannya kartu Nusuk haji atau identitas digital. Dampaknya, pemeriksaan di berbagai sektor lebih ketat sebagai bagian dari upaya menjadikan Mekkah sebagai Smart City.

“Kita wajib menyesuaikan diri dengan kebijakan yang akan dan sudah diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Jauhar.

Kebijakan lainnya adalah penerapan maksimal usia 70 tahun. Tahun lalu Indonesia berhasil melobi sehingga masih diperbolehkan kirim jamaah berusia lebih 70 tahun asal dengan syarat Istitha'ah atau mampu secara fisik, kesehatan maupun finansial.

Sebagai gambaran, lanjut dia, saat delegasi Arab Saudi datang ke Indonesia beberapa waktu lalu untuk sosialisasi terungkap pada tahun 2025 jamaah haji asal Indonesia sejumlah 447 orang meninggal di tanah suci. Ini merupakan jumlah terbesar. “Kita disoroti Arab Saudi karena jamaah yang meninggal jumlahnya terbesar dan jamaah yang sakit memenuhi rumah sakit-rumah sakit di Arab Saudi,” katanya.

Paket Arbain

Dalam kesempatan itu, Jauhar mengajak jamaah calon haji yang akan berangkat lewat PT Al Anshor Madinah Barokah untuk bersyukur sebab masih menerima paket layanan Arbain. “Ini istimewa. Reguler saja tidak ada Arbain karena pemerintah ingin menekan biaya seminimal mungkin, karena Pak Presiden ingin biaya haji jangan terlalu mahal,” katanya.

Salah satunya caranya adalah menekan biaya masa tinggal. Sekarang tinggal 40 hari dari dari sebelumnya 41 hari. Jika bisa, akan ditekan lagi menjadi 35 hari. Negara lain seperti Malaysia hanya memberikan kesempatan jamaah tinggal selama enam hari di Madinah bahkan ada yang hanya empat hari. (*)