Tenggelam, Lima Perahu Nelayan Kebumen Belum Berhasil Dievakuasi

Perahu sudah dijangkar, karena ombak tinggi dan angin kencang terbawa arus dan tenggelam.

Tenggelam, Lima Perahu Nelayan Kebumen Belum Berhasil Dievakuasi
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengamati perahu nelayan Pantai Pasir, Kamis (31/7/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Hingga Sabtu (2/8/2025), lima perahu tangkap milik nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Pasir, Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen, belum berhasil dievakuasi.

Kelima perahu yang tenggelam bersama dengan 17 perahu lainnya dan saat ini sudah diketahui lokasinya.

"Perahu itu masih di laut, kedalaman 10-an meter,” kaya Udy Cahyono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Jumat (1/8/2025) malam.

Evakuasi lima perahu nelayan dilaksanakan tim Basarnas Cilacap. Tim ini memiliki keahlian dan peralatan yang memadai untuk melakukan penyelaman dan pengangkatan perahu. "Perahu sudah dijangkar, karena ombak tinggi dan angin kencang, terbawa arus dan tenggelam," kata Udy.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan bantuan untuk nelayan Pantai Pasir yang perahunya rusak. (nanang w Hartono/koranbernas.id) 

Peristiwa itu terjadi Selasa (29/7/2025) disebabkan gelombang tinggi dan angin kencang. Semua alat tangkap tidak ditemukan.

Udy mengungkapkan, di Pantai Pasir terdapat 300-an perahu. Cuaca angin timur membuat tidak banyak nelayan berani melaut. Mereka yang melaut pun karena alasan ekonomi.

Sedangkan musim tangkap ikan diperkirakan dimulai Oktober 2025 atau saat angin barat. “Sekarang musim paceklik ikan," kata Udy Cahyono.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 perahu tangkap nelayan Pantai Pasir ditinggal di tengah laut. Nelayan sebenarnya akan mencari benur. Disebabkan gelombang tinggi dan angin kencang, nelayan memilih pulang, dijemput perahu nelayan lain. Sedangkan perahu tangkap ditinggal di tengah laut. (*)