Siswa Sekolah Rakyat Sonosewu Peroleh Tas dan Bingkisan dari Wakil Presiden

Mereka yang diterima di sekolah berhak atas biaya pendidikan gratis serta biaya makan dan tempat tinggal.

Siswa Sekolah Rakyat Sonosewu Peroleh Tas dan Bingkisan dari Wakil Presiden
Siswa Sekolah Rakyat jenjang SMA DIY menerima tas sekolah dan bingkisan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Sabtu (2/8/2025). (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Siswa Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMA DIY yang berlokasi di Jalan Kesejahteraan Sosial, Sonosewu Kalurahan Ngestiharjo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul, tampak sumringah, Sabtu (2/8/2025) pagi.

Mengenakan seragam kaos olahraga biru dongker mereka memperoleh tas sekolah dan bingkisan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Masing-masing mendapat satu tas dan satu paket bingkisan berupa alat minum serta makan, handuk, peralatan mandi komplet, tumbler atau botol minum isi ulang, buku tulis dan ATK. Bingkisan tersebut dimasukkan tas masing-masing anak penerima.

"Terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Wakil Presiden yang hari mengirimkan tas dan bingkisan kebutuhan para siswa kami. Tadi yang mengantar dari Setwapres Bu Atik dan Pak Moko," kata Agus Ristanto MPd, Kepala Sekolah Rakyat jenjang SMA DIY.

Menurutnya, bantuan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat angkatan pertama ini. Total, menurut Agus, terdapat 200 siswa yang berasal dari seluruh DIY.

Tas dan bingkisan dari Wakil Presiden RI untuk pelajar Sekolah Rakyat di DIY. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

Mereka berasal dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem. Terdiri 87 siswa laki-laki dan selebihnya perempuan. Mereka masuk SR setelah dilakukan seleksi dan verifikasi agar sesuai dengan kriteria.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang digagas pemerintah Indonesia untuk menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tujuan program ini memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Sekolah Rakyat juga dikenal sebagai sekolah berasrama yang menyediakan fasilitas lengkap dan kebutuhan dasar siswa tanpa biaya.

"Semoga dengan bingkisan dari Bapak Wakil Presiden ini akan menambah semangat dan motivasi anak-anak kami menempuh pendidikan dan mengejar cita-citanya kelak," kata Agus.

Pendidikan gratis

Mereka yang diterima di sekolah tersebut, lanjutnya, berhak atas biaya pendidikan gratis serta biaya makan dan tempat tinggal.

Sekolah Rakyat Sonosewu berdasarkan pantauan koranbernas.id terlihat bersih dan asri dengan pepohonan besar dan rindang. Bangunan dicat dominan putih, terlihat masih baru. Alat pendingin ruangan tampak terpasang pada beberapa tempat.

"Minat masuk ke Sekolah Rakyat tinggi. Hingga sekarang masih banyak yang bertanya terkait dengan kuota ataupun keinginan masuk. Namun semuanya tergantung dari kebijakan pemerintah karena memang kuota kita 200 orang. Mudah-mudahan mereka betah dan bisa melaksanakan kegiatan pendidikan sebaik-baiknya untuk masa depan mereka," harapnya.

Segala kegiatan siswa sejak bangun tidur hingga tidur lagi telah diatur dan terjadwal. Kegiatan belajar mengajar menjadi tanggung jawab guru. Sedangkan kegiatan di luar pembelajaran atau kegiatan asrama menjadi tanggung jawab wali asrama. (*)