The Adams dan Seniman Eko Nugroho Kolaborasi di Panggung Cherrypop 2025
Gelanggang Musik menjadi ruang pertemuan ekosistem kreatif yang tumbuh bersama. Pop culture bukan sekadar konsumsi tapi gaya hidup.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Senja merayap di lapangan panahan Jalan Kenari Yogyakarta. Terlihat ribuan orang menatap empat panggung. Sebentar lagi malam. Mereka bukan sekadar menunggu musik, melainkan sebuah peristiwa yaitu band indie rock veteran The Adams berkolaborasi dengan Eko Nugroho, maestro seni visual yang karyanya telah berkeliling dunia.
Sabtu (9/8/2025) menjadi pembuka Cherrypop 2025 dengan tema “Gelanggang”. Bagi penyelenggara Swasembada Kreasi, ini lebih dari slogan. Terinspirasi Surat Pernyataan Gelanggang 1950, festival ini menjadi arena pertemuan ekosistem kreatif lintas generasi dan disiplin.
Di Cherry Stage, suasana dibuka Eleanor Whisper yang dreamy, dilanjutkan The Cottons, The Paps, hingga Ali dan Pure Saturday. Shaggydog membangkitkan nostalgia, lalu memanaskan suasana menjelang puncak malam.
Tepat pukul 22:35, The Adams tampil bersama visual karya Eko Nugroho, musik yang telah mengakar sejak 2001 berpadu dengan seni rupa yang mendunia. “Teman gue lama kali, ya, Eko Nugroho,” canda Ario Hendarwan dari panggung, disambut sorak penonton.
Jadi incaran
Pada layar raksasa, visual-visual Eko mengalir mengikuti setiap ketukan. Merchandise kolaborasi pun jadi incaran.
Farid Stevy (vokalis FSTVLST) yang tiba-tiba tampil menyebutkan momen ini “benar-benar tak terduga” dan bukti The Adams sudah melampaui batas ruang pertunjukan biasa.
Raka, mahasiswa kampus seni asal Sewon Bantul mengaku pengalaman malam itu seperti menyaksikan dua dunia yang berbeda saling mengisi. “Visualnya bikin lagu-lagu The Adams terasa punya dimensi baru. Saya nggak nyangka bisa lihat kolaborasi ini,” ujarnya.
Di Nanaba Stage tersaji nuansa folk Banda Neira, ledakan Barasuara, hingga Teenage Death Star yang menutup malam dengan energi penuh. Sementara Yayapa Stage memanjakan telinga dengan indie pop, psikedelik, hingga hardcore yang membakar adrenalin.
Tumbuh bersama
“Gelanggang Musik menjadi ruang pertemuan ekosistem kreatif yang tumbuh bersama. Pop culture bukan sekadar konsumsi, tapi gaya hidup,” kata Arsita Pinandita beberapa waktu lalu
Hari pertama Cherrypop 2025 meninggalkan kesan mendalam-25 penampil, ribuan penonton, dan satu pesan: musik Indonesia adalah arena yang terus berevolusi. Dan seperti lirik The Adams, tak ada yang tahu esok, tapi Cherrypop sudah memastikan hari pertama ini istimewa. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
