Dari Sampah Jadi Produk Bernilai, Bank Mandiri Dorong UMKM di INACRAFT Jogja

Bank Mandiri memanfaatkan INACRAFT Festival 2026 di Yogyakarta untuk mengampanyekan ekonomi sirkular melalui Mandiri Looping for Life dengan menggandeng UMKM mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Dari Sampah Jadi Produk Bernilai, Bank Mandiri Dorong UMKM di INACRAFT Jogja
Kampanye Mandiri Looping for Life yang dihadirkan Bank Mandiri pada INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC) mengajak pelaku UMKM mengolah limbah menjadi produk fesyen bernilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular. (Istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Pameran INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC) tak hanya menjadi ajang memamerkan karya kriya Nusantara. Di balik tema Hamemayu Hayuning Bawana, Bank Mandiri memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak pelaku UMKM dan masyarakat melihat limbah sebagai sumber nilai ekonomi baru melalui kampanye Mandiri Looping for Life (MLFL).

Program yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 itu mengusung konsep From Waste to Circular Craft Experience. Bersama merek lokal Othman, Bank Mandiri menampilkan produk fesyen berbahan daur ulang yang dikembangkan dengan prinsip ekonomi sirkular.

Vice President Corporate Communication Bank Mandiri Dicky Kristanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026), mengatakan Mandiri Looping for Life merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang dijalankan melalui tiga pilar, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operations, dan Beyond Banking.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembiayaan hijau maupun operasional perusahaan yang ramah lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.

"Keberlanjutan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Karena itu, Mandiri Looping for Life kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menciptakan nilai tambah," ujarnya.

Melalui aktivasi tersebut, Bank Mandiri ingin membangun budaya keberlanjutan (sustainability culture) sekaligus menumbuhkan pola pikir bisnis hijau (green business mindset) di tingkat ritel. Industri kriya dipilih karena dinilai menjadi titik temu antara kreativitas lokal, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai diolah kembali menjadi produk fesyen bernilai jual, sehingga membuka peluang usaha baru sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Selain memberikan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya, konsep ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing pelaku usaha kreatif di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap produk ramah lingkungan.

Bank Mandiri menegaskan akan terus memperluas kolaborasi berbasis ekosistem sebagai bagian dari upaya mengakselerasi pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Melalui inisiatif tersebut, semangat Hamemayu Hayuning Bawana tidak hanya dimaknai sebagai upaya merawat budaya, tetapi juga menghadirkan model bisnis yang lebih berkelanjutan dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. (*)