KKN di Wonosobo, Mahasiswa Unsoed Beri Edukasi Hidup Sehat

Hidup bersih dan sehat harus dimulai sejak dini, agar menjadi suatu kebiasaan ke depannya.

KKN di Wonosobo, Mahasiswa Unsoed Beri Edukasi Hidup Sehat
Mahasiswa KKN Unsoed memberikan penyuluhan PHBS di Wonosobo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, WONOSOBO -- Sebanyak 20 Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dari berbagai disiplin ilmu tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 melaksanakan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di SD Kalikuning Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo.

Penyuluhan kali ini didampingi dosen pendamping lapangan yakni Prof Dr Ir Elly Tugiyanti MP IPU ASEAN Eng dan Sri Hartini SH MH serta Sully Kemala Octisari MSc Ak SE selaku dosen Universitas Wijayakusuma Purwokerto.

Edukasi, penyuluhan dan praktik PHBS Penyuluhan dilaksanakan Jumat (1/8/2025) silam. Penyuluhan diawali dengan senam bersama siswa dan guru di lapangan, dilanjutkan sarapan bersama di kelas masing-masing.

Edukasi materi disampaikan Sausan Nailah, Ratu Giskha Auliya dan Fatima Azzahra dari Fakultas Kesehatan. Sedangkan penyuluhan terkait dengan bagaimana cara mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Sejak dini

“Hidup bersih dan sehat harus dimulai sejak dini, agar menjadi suatu kebiasaan ke depannya,” kata Sausan mewakili rekan-rekannya.

Materi lainnya berupa pengenalan isi piring yang berisikan 4 sehat 5 sempurna, praktik mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar.

Disebutkan, penyuluhan dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait PHBS dan gizi seimbang serta mengajarkan bagaimana cuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar.

Mayoritas penduduk Kalikuning bermata pencaharian peternak. Kandang ternak terutama domba menyatu dengan rumah. Hal itu dapat menjadi sumber penyakit dan masalah lingkungan apabila tidak diterapkan perilaku hidup sehat dan bersih sejak dini.

Menarik

Suasana gembira dan antusias sangat jelas terukir di wajah para siswa dari kelas 1 - kelas 6 karena materi yang diberikan sangat insightful dengan menyesuaikan metode pembelajaran yang menarik.

“Sebelum kakak-kakak KKN ke sini, aku masih cuci tangan asal-asalan, padahal kalau kuman ada yang masuk bisa sakit. Seru sekali belajar sambil bermain bareng kakak-kakak KKN," ujar Rasya, peserta penyuluhan.

Setelah kegiatan diharapkan siswa dapat menerapkan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, sehingga kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat dapat meningkat. (*)