Temuan Ulat di Sayur Makan Bergizi Gratis, Sekda Purworejo Layangkan Peringatan Keras kepada SPPG

Sekda Purworejo berikan peringatan tegas kepada pihak SPPG menyusul temuan ulat pada sayur program Makan Bergizi Gratis di SMPN 2 Purworejo. Evaluasi higienitas segera diperketat

Temuan Ulat di Sayur Makan Bergizi Gratis, Sekda Purworejo Layangkan Peringatan Keras kepada SPPG
Penemuan ulat pada menu MBG di Purworejo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Penemuan benda asing berupa hewan yang diduga ulat atau lintah di dalam menu sayur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Purworejo berbuntut panjang. Pemerintah Kabupaten Purworejo merespons tegas insiden tersebut dan memastikan akan memberikan sanksi berupa peringatan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (28/4/2026) ketika seorang siswa menemukan hewan tersebut di dalam tumis sawi hijau yang tercampur wortel dan segera melaporkannya kepada pihak guru. Merespons laporan itu, sekolah bertindak cepat dengan meneruskan informasi kepada SPPG Mranti.

Kepala SPPG Mranti, Haryo Bagas Wicaksono, mengakui adanya temuan tersebut dan langsung mengganti ompreng makanan yang bermasalah dengan menu baru pada kesempatan yang sama. Pihak sekolah, melalui Humas SMPN 2 Purworejo, Komsotun Mardiyah, memastikan bahwa prosedur pengecekan telah dilakukan dan kondisi hewan tersebut sudah dalam keadaan mati sebelum dikonsumsi.

Sekda Purworejo sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Purworejo, Suranto. (w asmani/koranbernas.id)

Namun, Ketua Satgas MBG Purworejo, Suranto, menilai bahwa penggantian makanan saja tidak cukup untuk menuntaskan masalah higienitas. Pihak Satgas telah berkoordinasi untuk mengambil tindakan tegas terhadap penyedia makanan. Menurut Suranto, standar kelayakan program makan bergizi gratis bukan hanya soal mengganti porsi yang rusak, melainkan mengedepankan kelayakan, kesehatan, dan kebersihan secara menyeluruh. Pihak SPPG diminta untuk memberikan penjelasan mengenai lolosnya kontaminasi tersebut dan akan segera menerima surat peringatan.

Menanggapi teguran dari pemerintah daerah, pihak SPPG Mranti menyatakan kesiapannya untuk berbenah. Haryo Bagas Wicaksono menegaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat evaluasi internal untuk meningkatkan ketelitian pada tahap pencucian dan pengolahan sayuran. Evaluasi tersebut ditujukan untuk memperketat prosedur penyortiran bahan makanan mentah sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan kepercayaan masyarakat terhadap asupan gizi siswa tetap terjaga. (*)