Mengenal 4 Program Studi di Politeknik Agraria STPN, Pilihan Calon Taruna di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang
Mengenal 4 program studi di Politeknik Agraria STPN, mulai dari SPIP, MPRP, KMPT hingga Pertanahan. Pendaftaran Taruna Baru 2026 masih dibuka hingga 18 Juni
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Menentukan program studi (prodi) sering menjadi tantangan bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tidak sedikit calon mahasiswa yang masih bingung memilih jurusan karena belum memahami minat, potensi diri, maupun prospek karier yang akan dijalani setelah lulus.
Bagi siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang agraria, pertanahan, tata ruang, dan teknologi geospasial, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi yang menjanjikan.
Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menawarkan empat program studi sarjana terapan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertanahan dan tata ruang yang terus berkembang.
Keempat program studi tersebut, yakni Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Sarjana Terapan Pertanahan.
Kompetensi dan Prospek Karier yang Berbeda
1. Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP)
Program studi ini cocok bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, dan analisis data. Selama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari teknik pengukuran tanah, pengolahan data spasial, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, hingga pemetaan digital berbasis teknologi terkini.
Prodi SPIP umumnya diminati lulusan SMA jurusan IPA maupun lulusan SMK yang relevan, seperti Geomatika, Geologi, Komputer, dan bidang lain yang berkaitan dengan teknologi.
Taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik memilih prodi tersebut karena memadukan pembelajaran di kelas dengan praktik lapangan.
"Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan," ujarnya.
2. Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP)
Prodi MPRP diperuntukkan bagi calon taruna yang memiliki minat pada perencanaan wilayah, tata ruang, kebijakan publik, pelayanan pertanahan, serta pengelolaan data dan administrasi.
Program studi ini terbuka bagi lulusan SMA dari berbagai jurusan, termasuk IPS, maupun lulusan SMK dengan latar belakang perkantoran, manajemen bisnis, dan bidang relevan lainnya.
Mahasiswa MPRP akan mempelajari penataan ruang, pengelolaan pertanahan, administrasi dan pelayanan pertanahan berbasis elektronik, serta analisis kebijakan di bidang agraria dan tata ruang.
Ayu Hanan Mutia memilih prodi ini karena tertarik memahami bagaimana suatu wilayah direncanakan dan berkembang secara teratur.
“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” katanya.
3. Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT)
Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan pemerintahan, prodi KMPT dapat menjadi pilihan yang tepat.
Dibandingkan prodi yang berfokus pada aspek teknis pengukuran dan pemetaan, KMPT lebih menitikberatkan pada pengelolaan data pertanahan, administrasi, dan penyelenggaraan layanan kepada masyarakat.
Mahasiswa akan mempelajari sistem pendaftaran tanah, manajemen data pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, kebijakan pertanahan, tata kelola administrasi, hingga pengembangan layanan publik yang efektif dan modern.
Rizaldi Secondia Putra mengaku memilih prodi KMPT karena tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan.
“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum serta perlindungan hak bagi masyarakat,” ungkapnya.
4. Sarjana Terapan Pertanahan
Program studi ini menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas dan komprehensif mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pertanahan. Materi yang dipelajari meliputi hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga kebijakan pertanahan.
Prodi Pertanahan sangat sesuai bagi calon mahasiswa yang memiliki kemampuan analitis, menyukai pembelajaran tentang regulasi dan hukum, serta tertarik memahami hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan tanah sebagai sumber daya strategis.
Taruni asal Kabupaten Karangasem, Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengaku tertarik dengan prodi tersebut karena menawarkan banyak kegiatan praktik lapangan. Ia mengaku snagat menyikai hal-hal baru dan kegiatan di alam.
“Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Pendaftaran Masih Dibuka
Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna yang dibagi dalam tiga jalur seleksi.
Sebanyak 260 kursi dialokasikan melalui jalur umum, 60 kursi melalui jalur tugas belajar bagi PNS yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN, dan 30 kursi melalui jalur kerja sama pemerintah daerah.
Pembagian kuota tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi lulusan SMA/sederajat, aparatur yang mengikuti program tugas belajar, maupun peserta yang berasal dari skema kerja sama pemerintah daerah untuk menempuh pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Dengan pilihan program studi yang semakin beragam dan spesifik, Politeknik Agraria STPN memberikan ruang bagi calon taruna untuk memilih bidang pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan tujuan kariernya. Pendaftaran Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN Tahun Ajaran 2026/2027 masih dibuka hingga 18 Juni 2026. (*)
---
