Ganara Art Hadir di GIK UGM, Suguhkan Wisata Kreatif dan Ruang "Healing" Baru bagi Warga Jogja

Ganara Art resmi hadir di GIK UGM Yogyakarta dengan aktivitas pottery dan melukis yang menawarkan wisata kreatif, ruang healing, serta pengalaman seni untuk semua kalangan

Ganara Art Hadir di GIK UGM, Suguhkan Wisata Kreatif dan Ruang "Healing" Baru bagi Warga Jogja
Sejumlah anak ikut meramaikan praktik pottery di event Ganara Art di GIK UGM. (warjono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Yogyakarta kini memiliki destinasi baru bagi masyarakat yang ingin berkreasi sekaligus mencari ruang jeda dari rutinitas yang padat. Ganara Art, platform edukasi seni dan budaya, resmi meluncurkan program Ganara Art Takeover GIK UGM di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (16/6/2026).

Kolaborasi antara Ganara Art dan GIK UGM tersebut menghadirkan ruang kreatif yang menggabungkan seni, inovasi, dan pendekatan terhadap kesehatan mental. Program ini tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga keluarga, anak-anak, komunitas, hingga masyarakat umum yang ingin mencoba pengalaman berkesenian secara menyenangkan dan mudah diakses.

Peluncuran Ganara Art Takeover GIK UGM diadakan di Art Gallery dan Lobby Area GIK UGM.  Pendiri dan CEO Ganara Art, Tita Djumaryo, mengatakan program tersebut lahir dari keyakinan bahwa seni dapat menjadi media ekspresi sekaligus sarana refleksi diri yang mampu membantu masyarakat menjaga kesehatan mental di tengah tingginya dinamika kehidupan modern.

“Ganara Art Takeover GIK UGM mengajak masyarakat Yogyakarta melangkah sejenak meninggalkan riuhnya kehidupan sehari-hari karena kami meyakini bahwa keterlibatan aktif dalam proses kreatif mampu menstimulasi ketenangan pikiran dan memberikan ruang jeda yang bermakna bagi publik di tengah padatnya rutinitas,” ujar Tita.

Tita Dumaryo. (warjono/koranbernas.id)

Menurutnya, aktivitas seni rupa kini semakin relevan sebagai pendekatan alternatif untuk membantu mengelola stres, meningkatkan fokus, dan menjaga keseimbangan emosi. Karena itu, Ganara Art berupaya menghadirkan pengalaman berkesenian yang dapat dinikmati semua orang tanpa batasan usia maupun latar belakang.

Ganara Art sendiri didirikan pada 2013 dengan semangat Art for Everyone atau seni untuk semua. Berangkat dari keprihatinan bahwa kegiatan seni selama ini cenderung dinikmati kelompok tertentu karena keterbatasan akses maupun biaya, Ganara Art berupaya menghadirkan aktivitas kreatif yang lebih inklusif.

“Kami ingin kegiatan seni semudah orang pergi ngopi. Semua orang bisa hadir dan mencoba berkarya,” kata Tita, lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pottery dan Melukis Jadi Aktivitas Favorit Baru 

Selama periode pembukaan mulai 17 Juni hingga 17 Agustus 2026, Ganara Art Takeover GIK UGM menghadirkan beragam aktivitas seni, mulai dari membuat keramik (pottery hand built) hingga melukis di atas media kain.

Pengunjung dapat mengikuti pengalaman pottery dengan tarif mulai Rp35.000 per orang, termasuk es krim.  Khusus periode pembukaan pada Juni, Ganara Art juga menawarkan promo Rp50.000 untuk dua orang.

Selain itu, tersedia paket khusus mahasiswa berupa promo Buy 1 Get 1 pada hari tertentu. Sementara bagi anak-anak, Ganara Art menghadirkan Program Liburan Sekolah pada 22-26 Juni 2026 dengan harga mulai Rp50.000 per anak untuk sesi berkarya selama 1,5 jam.

Setiap peserta dapat menikmati pengalaman berkarya selama sekitar satu jam, membawa pulang hasil karyanya, dan menikmati es krim yang telah disediakan.

Ganara Art Takeover GIK UGM beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, sehingga masyarakat dapat datang kapan saja sesuai waktu luang mereka.

Tak hanya menghadirkan aktivitas seni, Ganara Art juga menyediakan layanan penyewaan event space mulai dari Rp400.000 yang telah dilengkapi bonus free art activities. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas, gathering, hingga berbagai acara kreatif lainnya.

Selama Juni hingga Agustus 2026, Ganara Art juga menyiapkan empat pameran seni dengan segmen pengunjung yang berbeda-beda sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam aktivitas kreatif. (*)