Tanpa Spanduk dan Bendera, FSTVLST Memukau Ribuan Penonton Originfest 2026

Spanduk dan bendera kerap menghalangi pandangan di festival musik.

Tanpa Spanduk dan Bendera, FSTVLST Memukau Ribuan Penonton Originfest 2026
Ribuan penonton menunggu band idola mereka tampil di Originfest 2026. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Ribuan penonton didominasi muda-mudi berkaos hitam memadati area parkir timur Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (7/2/2026). Mereka menjadi saksi kemeriahan Originfest 2026 yang tahun ini mengusung tema Unlimited Pleasure.

Salah satu momen paling dinanti adalah penampilan unit rock asal Yogyakarta, FSTVLST. Sesaat sebelum jadwal tampil pukul 17:20, massa terlihat merangsek ke panggung kiri (Unlimited Stage), meninggalkan panggung kanan di mana grup musik Biru Baru masih melantunkan nomor-nomor hitsnya.

Namun, FSTVLST tak kunjung muncul. Penampilan sempat tertunda untuk jeda salat Maghrib. Uniknya, para penonton tak beranjak. Mereka yang telanjur memadati bibir panggung memilih duduk lesehan, menciptakan kerumunan cair sembari bercengkerama.

Atmosfer syahdu seketika berubah menjadi energi ledak ketika intro lagu Syarat berkumandang. Penonton yang semula duduk sontak berdiri dan merapat. Meski personel FSTVLST baru sekadar menyiapkan alat, ribuan orang tersebut sudah melakukan 'paduan suara' massal mengikuti intro tersebut.

Penampilan FSTVLST di Originfest 2026. (anggarakzza rayyi untuk koranbernas.id)

Sang vokalis, Farid Stevy, membuka interaksi dengan pesan yang menggelitik namun sarat makna. "Hati-hati dengan barang bawaan: handphone, duit, ideologi. Semoga kita bersenang-senang dan semoga kalian sudah izin sama ibu untuk datang ke konser ini," ujar Farid setelah melantunkan lagu Syarat.

Tampil memukau, FSTVLST secara khusus meminta penonton tidak membentangkan spanduk dan bendera yang kerap menghalangi pandangan di festival musik.

"Please, tidak ada banner dan bendera di konser FSTVLST. Harusnya kami yang membawa bendera nama kalian satu persatu, bukan kalian yang membawa nama kami, karena itu norak," tegas Farid yang disambut tepuk tangan penonton.

Di sela-sela membawakan lagu Hayat, Kamis, Menantang Rasi Bintang, Farid memberikan bocoran. FSTVLST akan segera merilis album baru dalam waktu dekat, sebelum menutup aksi panggung lewat lagu Opus dan Tanah Indah Untuk Para Terabaikan Rusak dan Ditinggalkan.

Acara tertib

Daya tarik Originfest 2026 dirasakan Muhammad Rizal Pratama, penonton asal Berbah Sleman, yang datang khusus untuk menyaksikan band idolanya. "Suka band-bandnya, terutama FSTVLST dan The Jeblogs," ungkap Rizal ditemui koranbernas.id di lokasi.

Rizal yang membeli tiket resale seharga Rp 90 ribu mengaku ini adalah pengalaman perdananya menonton Originfest. Dia mengapresiasi ketertiban acara. "Penyelenggaraannya bagus, tertib. Nggak ada masukan (kritik), soalnya sudah bagus," ujarnya.

Secara keseluruhan, Originfest 2026 mencatatkan sukses besar. Owner Origin Entertainment, Dona Marsita, menyebutkan antusiasme penonton tahun ini luar biasa hingga tiket terjual menyentuh angka 12 ribu lembar, melampaui target awal 10 ribu pengunjung.

"Kami ingin menjadi jembatan bagi kawan-kawan berekspresi. Keragaman spektrum ini juga bentuk respons terhadap munculnya talenta baru," kata Dona kepada awak media. Selain FSTVLST, panggung Originfest 2026 juga diguncang oleh line-up internasional seperti band metalcore asal Jepang, Sable Hills serta jagoan lokal seperti The Adams dan Burgerkill. (*)