Syauqi Soeratno Serap Aspirasi, Komunitas Relawan Masjid Sampaikan Keprihatinan

Pembangunan tanpa wawasan lingkungan adalah kemunduran yang kita bayar dengan masa depan.

Syauqi Soeratno Serap Aspirasi, Komunitas Relawan Masjid Sampaikan Keprihatinan
Ahmad Syauqi Soeratno saat menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Sabtu (20/6/2026), di Aula DPD RI Perwakilan DIY. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ir Ahmad Syauqi Soeratno MM, menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Asmas) Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Sabtu (20/6/2026), di Aula DPD RI Perwakilan DIY.

Kegiatan ini diikuti oleh Komunitas Relawan Masjid yang terdiri dari berbagai relawan bersih-bersih masjid dari berbagai daerah di Provinsi DIY. Forum berlangsung secara interaktif.

Di hadapan anggota DPD RI, para peserta menyampaikan keprihatinan atas maraknya proyek pembangunan yang dinilai mengabaikan daya dukung lingkungan.

Mereka minta agar setiap kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional menjadikan kelestarian lingkungan sebagai komitmen yang tidak bisa dikompromikan, bukan sekadar ‘pelengkap’ di atas kertas.

Penyerapan Aspirasi Masyarakat Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Sabtu (20/6/2026), di Aula DPD RI Perwakilan DIY. (istimewa)

Merespons aspirasi tersebut, Syauqi menegaskan pembangunan dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua sisi dari satu keping yang sama.

"Pembangunan tanpa wawasan lingkungan adalah kemunduran yang kita bayar dengan masa depan. Kita tidak sedang membangun untuk hari ini saja, tetapi kita sedang mewariskan bumi kepada anak cucu kita," ujarnya di hadapan para peserta.

Syauqi mengingatkan DIY menyimpan kekayaan ekologis yang tak ternilai, mulai dari kawasan pesisir selatan hingga bentang alam perbukitan yang menopang kehidupan jutaan warga.

Dia menyampaikan komitmennya untuk mengawal agar setiap regulasi pembangunan di tingkat pusat memuat klausul perlindungan lingkungan yang konkret dan dapat dieksekusi.

Bahan pertimbangan

"Jika komunitas lokal bisa menjaga satu kawasan, bayangkan apa yang bisa kita capai jika seluruh sistem tata kelola pembangunan kita berpihak pada alam," ujarnya.

Syauqi memastikan seluruh masukan dari forum ini akan dibawa ke pembahasan di DPD RI sebagai bahan pertimbangan dalam mendorong penguatan regulasi pembangunan berkelanjutan.

Dia juga mengajak para pegiat sosial di DIY untuk terus menjadi garda terdepan dalam gerakan pelestarian lingkungan, sekaligus mitra kritis yang mengawasi jalannya kebijakan dari lapangan.

Kegiatan ini menjadi penegasan, suara masyarakat DIY tentang lingkungan hidup akan terus dikawal hingga menjadi kebijakan nyata. "Kepedulian yang lahir dari bawah, jika diperjuangkan dengan serius di atas, akan melahirkan perubahan yang bertahan lama," katanya. (*)