Sleman Siaga Wereng Batang Cokelat, Dinas Pertanian Kirim Peringatan Dini hingga Kelurahan

Dinas Pertanian Sleman menerbitkan surat edaran kewaspadaan wereng batang cokelat (WBC) ke seluruh kelurahan. Petani diminta meningkatkan pengamatan agar serangan hama dapat dicegah sejak dini

Sleman Siaga Wereng Batang Cokelat, Dinas Pertanian Kirim Peringatan Dini hingga Kelurahan
Serangan hama wereng batang coklat pada tanaman padi. (dokumentasi)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN–Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) yang mulai menunjukkan peningkatan di sejumlah wilayah. Sebagai langkah antisipasi, dinas menerbitkan surat edaran kepada panewu, lurah, penyuluh pertanian, hingga petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) agar memperkuat sistem peringatan dini dan pengamatan di lapangan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, menegaskan bahwa surat edaran tersebut merupakan langkah preventif, agar potensi serangan tidak berkembang menjadi ledakan hama yang berujung pada gagal panen.

“Preventif, mas. Kami mengoptimalkan pengamatan lapangan yang dibantu POPT maupun penyuluh pertanian lapangan. Sehingga harapannya apabila ada tanda-tanda serangan bisa langsung teratasi,” ujar Liem, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, secara umum potensi serangan WBC memang ada, namun kondisi tersebut masih dapat dikendalikan apabila deteksi dini berjalan optimal.

“Untuk potensi serangan secara umum memang ada. Namun dengan langkah preventif melalui optimalisasi pengamatan yang dilakukan petani yang dibantu POPT, RPT, dan Penyuluh Pertanian, insyaallah apabila ada tanda-tanda bisa segera teratasi,” tambahnya.

Surat edaran yang diterbitkan pada 29 Juni 2026 itu merupakan tindak lanjut dari peringatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY setelah perkembangan populasi wereng batang cokelat dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah, dan berpotensi menyebabkan kerusakan tanaman padi apabila tidak segera dikendalikan. 

Dalam surat tersebut, Dinas Pertanian Sleman meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat Early Warning System atau sistem peringatan dini. Peran petugas POPT, penyuluh pertanian, pemerintah kalurahan, hingga petani dinilai menjadi kunci untuk mendeteksi keberadaan WBC sejak awal.

Selain meningkatkan intensitas pengamatan, petani juga diimbau menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), mulai dari budidaya tanaman sehat, menjaga keberadaan musuh alami, memanfaatkan agens pengendali hayati, hingga menggunakan pestisida secara bijaksana sesuai rekomendasi. 

Dinas juga mengingatkan petani agar menggunakan varietas padi yang tahan terhadap WBC, melakukan tanam serempak dalam satu hamparan untuk memutus siklus hidup hama, serta menghindari pemupukan nitrogen secara berlebihan karena dapat meningkatkan kerentanan tanaman terhadap serangan wereng. 

Apabila ditemukan gejala serangan dengan intensitas yang meningkat atau berpotensi memicu ledakan populasi, petani diminta segera melapor kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), petugas POPT, maupun Dinas Pertanian agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Berdasarkan peta kewaspadaan yang disampaikan dalam materi sosialisasi, beberapa wilayah Sleman diproyeksikan memiliki tingkat kerawanan berbeda pada Juni hingga Agustus. Karena itu, pengamatan rutin di tingkat lahan menjadi langkah paling penting untuk mencegah meluasnya serangan.

Melalui langkah preventif tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap produksi padi tetap terjaga dan petani dapat terhindar dari kerugian akibat serangan wereng batang cokelat yang selama ini dikenal sebagai salah satu hama paling merugikan bagi tanaman padi. (*)