Siap Go Digital, Desa Wisata Nglanggeran Kini Punya “Senjata” Baru TOURMO
Langkah ini diharapkan membawa dampak nyata, tidak hanya dalam meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga dalam memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi
KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL--Desa Wisata Nglanggeran, yang telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di DIY berkat keindahan gunung api purba nya, kini mengambil langkah besar untuk bertransformasi di era digital. Untuk menjawab tantangan promosi wisata modern, para pengelola desa dan pelaku UMKM setempat kini dibekali “senjata” baru: sebuah sistem pemasaran berbasis media seluler bernama TOURMO.
Inovasi ini diperkenalkan melalui sebuah pelatihan intensif yang digelar pada Sabtu (26/7/2025), hasil dari program pengabdian masyarakat oleh tim dari UPN Veteran Jakarta. TOURMO (Trend of Utility Resources—Based Mobile System) dirancang khusus untuk memberdayakan pengelola desa wisata agar dapat merancang dan mengeksekusi strategi pemasaran digital secara lebih mandiri dan efektif.
Ketua tim Abdimas UPN Veteran Jakarta, Yani Hendrayani, Ph.D., menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mempersiapkan sumber daya manusia lokal untuk menghadapi era pariwisata digital.
Pelatihan Intensif
Selama pelatihan, para peserta yang terdiri dari tim inti media sosial desa serta perwakilan UMKM dari Griya Cokelat dan Griya Batik, mendapatkan materi komprehensif. Mereka tidak hanya belajar cara mengoperasikan aplikasi TOURMO dari team leader sistem, Neni Rosmawarni, M.Kom., tetapi juga mendapat ilmu tentang pembuatan konten promosi yang menarik dari creative director, Raihan Susilo Utomo.
“Setelah pelatihan ini, kami jadi lebih percaya diri untuk mengelola promosi secara online. Harapannya kunjungan wisata bisa meningkat, terutama dari luar daerah dan mancanegara,” ujar salah seorang peserta dengan antusias.
Pemberdayaan di Ujung Jari
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Mursidi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting agar Desa Wisata Nglanggeran dapat terus beradaptasi dengan tren digitalisasi.
“TOURMO ini tidak hanya aplikasi, tapi juga pendekatan untuk memberdayakan masyarakat desa agar bisa lebih mandiri dalam mempromosikan potensi wisatanya,” ungkap salah satu narasumber pelatihan.
Dengan adanya TOURMO, transformasi digital di Nglanggeran bukan lagi sekadar wacana. Langkah ini diharapkan membawa dampak nyata, tidak hanya dalam meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga dalam memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi secara cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. (*)
Siaran Pers
