Pendaki Pertama Puncak Eiger, Kang Mamay Salim Turun Gunung Resmikan EIGERIAN Yogyakarta
Mamay Salim, bukanlah sosok sembarangan. Ia adalah orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Eiger di Swiss—puncak yang menjadi inspirasi nama brand Eiger di Indonesia.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Suasana peresmian EIGERIAN Yogyakarta pada Minggu (27/7/2025) terasa begitu istimewa dan bersejarah. Bukan hanya karena riuh antusiasme ratusan komunitas yang hadir, tetapi juga karena kehadiran dua sosok legendaris dalam dunia petualangan Indonesia: Kang Mamay S. Salim dan Kang Galih Donikara.
Kehadiran Kang Mamay Salim, secara khusus, menjadi magnet dan momen yang paling ditunggu. Mamay Salim, bukanlah sosok sembarangan. Ia adalah orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Eiger di Swiss—puncak yang menjadi inspirasi nama brand itu sendiri. Seolah turun gunung, kehadirannya di Sibu Resto, Sleman, menjadi restu simbolis bagi lahirnya wadah komunitas baru di Kota Pelajar.
Sang Legenda di Tengah Generasi Baru
Bagi EIGER, Kang Mamay adalah bagian tak terpisahkan dari DNA perusahaan. Azmi Luqman Zulkifli, perwakilan dari Community & Partnership EIGER Adventure, menjelaskan betapa pentingnya sosok beliau.
Mamay S. Salim menyuntik semangat jiwa petualangan untuk para EIGERIAN Yogyakarta. (istimewa)
“Kang Mamay juga menjadi salah satu pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), juga karyawan pertama yang ikut merintis EIGER di awal tahun 90-an silam,” ungkap Azmi.
Kehadirannya bersama Kang Galih Donikara menjadi jembatan yang menghubungkan semangat para perintis petualangan dengan energi generasi baru yang diwakili oleh lebih dari 200 anggota EIGERIAN Yogyakarta. Peresmian ditandai dengan serah terima bibit pohon dari para legenda ini kepada perwakilan komunitas, sebuah simbol untuk bertumbuh bersama dan memberi dampak positif bagi lingkungan.
Antusiasme Luar Biasa Komunitas Jogja
Azmi mengakui, dari tujuh kota yang telah diresmikan, EIGERIAN Yogyakarta menjadi yang paling meriah. Jauh sebelum acara digelar, antusiasme komunitas sudah tak terbendung.
“Mayoritasnya berasal dari mahasiswa dan siswa pecinta alam. Sementara komunitas lainnya memiliki latar belakang dari komunitas lari, motor, sepeda, riding, bahkan komunitas arung jeram, surfing hingga pramuka,” kata Azmi.
Laura, salah satu EIGERIAN dari UKM Pecinta Alam MADAWIRNA UNY, mengaku sangat antusias.
“Saya datang karena ingin kenalan dan tahu lebih banyak tentang EIGER. Bisa ketemu teman-teman baru dengan semangat yang sama, apalagi bertemu langsung dengan para legenda, maturnuwun EIGERIAN Yogya,” katanya.
Dengan restu dan inspirasi dari para seniornya, EIGERIAN Yogyakarta kini siap menjadi wadah kolaborasi yang solid, tempat di mana berbagai komunitas dapat saling berbagi ide, menggelar kegiatan bersama, dan terus menumbuhkan semangat petualangan yang diwariskan oleh para legenda seperti Kang Mamay Salim. (*)
Siaran Pers
