Satu Dekade, CTC Night Trail Ultra 2026 Diikuti Pelari dari 23 Negara
Berlangsung 14-15 Febuari 2026, jumlah peserta dari luar negeri dari tahun ke tahun semakin bertambah.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Event sport tourism paling bergengsi dan berkelas internasional Coast To Coast Night Trail Ultra 2026 atau CTC 2026 kembali digelar di kawasan pesisir Pantai Selatan Bantul, 14-15 Februari 2026. Acara itu selain digeber secara istimewa untuk menandai satu dekade atau sepuluh tahun CTC Night Trail Ultra, juga diikuti para pelari dari 23 negara.
“CTC tahun ini merupakan event penyelenggaraan spesial yang ke-10 (satu dekade). Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata melalui Badan Penyelenggara Otorita Borobudur (BPOB), Sibakul Jogja serta Visiting Jogja sebagai partner-sponsor kami,” kata Roostian Gamananda, Race Director CTC 2026, Minggu (8/2/2026), saat konferensi pers di D'senopati Malioboro Grand Hotel Yogyakarta.
Menurut dia, event tersebut selalu ditunggu oleh para pelari lintas alam di Indonesia. Menariknya, jumlah peserta dari luar negeri dari tahun ke tahun semakin bertambah. “Tahun ini total jumlah peserta yang telah terdaftar sebanyak lebih dari 5.800 pelari, termasuk dari 23 negara,” ungkapnya.
Didampingi Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB Harfiansa Bimatara serta Anggota DPRD DIY M lisman Puja Kesuma, lebih lanjut Roostian menyebutkan 23 negara yang telah terkonfirmasi mengikuti CTC 2026 antara lain Rusia, Australia, China, Jepang, Thailand, Filipina, Vietnam.
Rute pesisir
Kemudian, Belarusia, Colombia, Cambodia, Inggris, Kanada, Belanda, Algeria, Korea Selatan, Kazakhstan, Bulgaria, Jerman, India, Prancis, Malaysia, Singapura dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Menurut Roostian, event lari ini akan menempuh rute pesisir pantai dan diselenggarakan malam hari dengan jarak ultra (lebih dari 42 kilometer). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan tahun yang spesial adalah dibukanya enam kategori perlombaan masing-masing 7K Cross Country, 15K, 30K, 50K, 80K, 100K Relay of 4 dan 100K Full Course.
Pada tahun ini, lanjut dia, CTC dengan tetap membawa konsep community gathering sebagai wadah berkumpulnya komunitas pelari trail sebagai lomba pembuka awal tahun 2026.
M lisman Puja Kesuma menambahkan pihaknya memberikan apresiasi penuh atas penyelenggaraan CTC Night Trail Run sebab terbukti mampu menunjukkan Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata yang indah.
Pintu masuk
Ke depan, selain event tersebut perlu digelar secara berkelanjutan juga diharapkan mampu menjadi salah satu pintu masuk mengalirnya wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara ke DIY. “Dengan dibukanya pintu, semakin banyak wisatawan masuk Yogyakarta,” katanya.
Dia sepakat perlu ada dukungan dari aspek peningkatan sarana dan prasarana seperti akomodasi perhotelan yang representatif. “Harus kita dukung. Hotel di sana (Kawasan Pantai Selatan Bantul) terbatas,” kata dia.
Dengan dukungan dari Pemerintah DIY harapannya terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke DIY melalui event sport tourism CTC Night Trail Ultra.
Seperti tahun sebelumnya, Laguna View Depok menjadi Venue penyelenggaraan tahun ini. Pelari road running ditantang mencoba trail running dengan kategori 7k atau 15k sebagai kategori pemula. Dengan adanya kategori tersebut, CTC menjadi salah satu trail running event yang secara inklusif menggandeng pelari pemula.
Gumuk pasir
Seperti diketahui, Komunitas Trail Runners Yogyakarta (TRY) telah menjadi anggota dari ITRA (International Trail Running Association) sejak tahun 2016. Rute lari kategori 30K, 50k, 80K dan 100K mendapatkan point ITRA dan UTMB Index untuk kualifikasi UTMB yakni ajang lari lintas alam terbesar di dunia yang berlokasi di Prancis.
Rute yang dipilih tahun ini melewati spot wisata seperti Pantai Depok, Pantai Pelangi, Pantai Cemara Sewu, Pantai Parangtritis, Goa Cemara, Goa Jepang, Goa Cermai dan Gumuk Pasir.
Selain menyajikan rute yang berbeda tourism dengan kompetisi lari lainnya, juga diperkenalkan produk untuk seluruh pelari. Penyelenggara berkolaborasi dengan UMKM komunitas lokal dengan dilandasi misi mendatangkan wisatawan melalui sport tourism.
Bagi Kementerian Pariwisata, Harfiansa Bimatara menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan CTC Night Trail Ultra merupakan bagian dari langkah strategis untuk lebih memperkenalkan pariwisata Yogyakarta khususnya Kawasan Selatan DIY kepada masyarakat luar daerah. “Ini sangat luar biasa. CTC Night Trail Ultra sudah sepuluh kali diselenggarakan,” katanya.
Berbasis event
Menurut dia, event tersebut sejalan dengan program Kementerian Pariwisata yang salah satunya diarahkan pada promosi pariwisata ke pasar internasional berbasis event.
“Kementerian Pariwisata mencoba menghitung dampak atau kontribusi penyelenggaraan event CTC Night Trail Ultra terhadap perekonomian,” ujarnya seraya menambahkan pariwisata merupakan penggerak roda perekonomian di Yogyakarta. (*)
---
