Sabtu, 27 Feb 2021,

purworejo-menuju-kabupaten-bebas-bab-sembaranganWabup Yuli Hastuti Serahkan Sertifikat Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) kepada desa dan kelurahan di Purworejo. (istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Purworejo Menuju Kabupaten Bebas BAB Sembarangan

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pemerintah Kabupaten Purworejo terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya mendorong desa dan kelurahan untuk mendapatkan sertifikat Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Dalam siaran pers Humas dan Protokol Sekda Purworejo, Kamis (14/1/2021), disebutkan tercatat 36 desa dan kelurahan pada tahun 2020 mendapatkan sertifikat ODF. Sertifikat diserahkan langsung oleh Wakil Bupati, Yuli Hastuti SH, di Aula lantai II Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Rabu (13/1/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Yuli Hastuti didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Sudarmi MM, Sekdin Ekaningtyas Darmi Astuti Skep NS MM, dan Kasi penyehatan lingkungan Sigit Budi Purwatmoko SKM MKes.

Yuli Hastuti dalam sambuatannya mengatakan, dalam rangka memperkuat budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang didasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2014.

Dikatakan, STBM sebagai upaya pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Strategi Nasional STBM diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare, ISPA, leptosipirosis, stunting, dan penyakit lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.


“Saya sangat apresiasi kepada Pak Kepala Desa dan Kepala Kelurahan, tokoh masyarakat dan semua komponen sehingga dapat mencapai desa ODF atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. Semoga desa-desa lain bisa segera menyusul sehingga Purworejo bisa terwujud sebagai Kabupaten ODF,” harap Yuli Hastuti.

Sementara itu Kadinkes dr Sudarmi mengatakan, jumlah desa ODF di Kabupaten Purworejo sampai dengan tahun 2020 sebanyak 217 desa (43,93 persen). Ada 5 tujuan yang ingin dicapai dalam STBM, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai sabun (CTPS), Pengelolaan air minum dan makanan yang aman, Pengelolaan sampah dengan benar, dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman.

Sigit Budi Purwatmoko menjelaskan, untuk memperoleh sertifikat ODF yakni desa kelurahan mengajukan dengan menyertakan data STBM. Kemudian Dinas Kesehatan akan melakukan cek and ricek dan memferifikasi. Tidak serta merta desa kelurahan yang mengajukan, akan langusng mendapatkan sertifikat ODF.


“Tetapi melalui pencocokan data di lapangan. Untuk tahun 2020 ini ada dua desa yang kita tunda sertifikat ODFkarena belum memenuhi syarat. Desa diminta untuk memperbaiki, terutama STBM dengan dibina dan dimonitor Puskesmas. Perlu dipahami bahwa buang air besar sembarangan tidak hanya di sungai atau di papringan, tapi yang langsung di kolam juga termasuk sembarangan,” jelasnya.

Menurutnya, sertifikat ODF berlaku selamanya sepanjang tidak berubah kondisi. Makanya desa kelurahan agar mempertahankan kondisi STBM. Diharapkan bisa dibuat Perdes atau SK Kades Kalur. Contoh peraturan tentang membangun rumah harus sekaligus ada jamban sehat dan supaya memenuhi STBM.

“Sudah ada desa yang membuat Perdes dan bisa berjalan baik,” ujar Sigit.

Salah satu penerima sertifikat ODF, Kepala Kelurahan Bandung, Prayogo SIP MM, mengaku terus berupaya memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya peningkatan kualitas kesehatan, terutama sanitasi dan lainnya. Apalagi dulu banyak yang buang air besar sembarangan karna geografis Desa Bandung mayoritas tinggal dekat bantaran kali jali.

“Dengan upaya kami pemerintah kelurahan Bandung yang bermitra dengan Puskesmas, alhamdulillah bisa berhasil memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga Bandung mendapatkan sertifikat ODF,” papar Yogo. (*)


TAGS: ODF  bebas  BAB  purworejo 

SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini