Pertumbuhan Ekonomi Sleman Melampaui Target
Didorong oleh meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur dari berbagai sumber pembiayaan.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman telah mencatat capaian pembangunan tahun 2025 yang melampaui sejumlah target kinerja.
Fitri menyebut pertumbuhan ekonomi Sleman menjadi salah satu capaian paling menonjol. Realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 6,53 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,11-5,74 persen atau setara capaian 113,76 persen.
“Capaian ini didorong oleh meningkatnya investasi, pembangunan infrastruktur dari berbagai sumber pembiayaan, serta pengendalian inflasi yang terjaga,” kata Fitri dalam jumpa pers bertema Capaian Pembangunan Sleman 2025 yang Akuntabel, Berintegritas, dan Berkinerja, Kamis (30/4/2026), di ruang rapat Sembada.
Selain itu, lanjut Fitri, indikator ketimpangan ekonomi yang diukur melalui Rasio Gini juga menunjukkan perbaikan. Pada 2025, Rasio Gini tercatat sebesar 0,419, lebih baik dari target 0,425-0,430.
Daya beli
Penurunan ini didukung berkurangnya angka kemiskinan serta meningkatnya daya beli masyarakat, terutama dari sektor informal dan pariwisata. Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan menjadi 4,07 persen, lebih rendah dari target 4,13–5,08 persen.
"Pemerintah daerah berperan melalui pelatihan berbasis kompetensi serta inovasi layanan seperti Taksi Pekerja dan Pasar Kerja Keliling. Sementara, tingkat kemiskinan juga turun menjadi 6,71 persen dari target 6,98–7,45 persen," jelas Fitri.
Menurutnya, penurunan ini didukung berbagai program perlindungan sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan secara terpadu lintas sektor.
Pada aspek daya saing, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Sleman mencapai 4,14 atau melampaui target 4,13, bahkan menempatkan Sleman sebagai daerah terbaik kedua secara nasional versi BRIN.
Relatif positif
Di bidang sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sleman mencapai 86,35, melampaui target dan menunjukkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat.
"Pada sektor infrastruktur dan lingkungan, capaian juga relatif positif. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tercatat 72,37 atau melampaui target, didukung kualitas udara, air, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan," katanya.
Di bidang pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 93,13 atau 111,53 persen dari target. Selain itu, Sleman kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut.
Fitri menegaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak serta konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas dan kinerja pembangunan. Ke depan, capaian ini akan terus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan. (*)
Nila Hastuti
