Pemegang Saham BPR BKK Kebumen Menerima Deviden Rp 5,89 Miliar
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menambah jumlah debitur.
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Pemegang saham BPR BKK Kebumen tahun 2026 menerima deviden Rp 5,89 miliar. Pemegang saham mayoritas atau 51 persen yaitu Pemkab Kebumen menerima Rp 3,11 miliar. Sedangkan Pemprov Jateng sebagai pemegang saham 49 persen menerima deviden Rp 2,78 miliar.
"Laba bisnis tahun 2025 Rp 13,737 miliar melampaui rencana sampai Rp 152,431 juta," kata Sutrisno, Direktur Utama BPR BKK Kebumen, kepada koranbernas.id, Selasa (13/1/2026), di kantornya.
Hingga akhir Desember 2026 jumlah pendapatan selama tahun 2025 mencapai Rp 74,736 miliar dari rencana Rp 74,580 miliar. Biaya pada periode yang sama mencapai Rp 60,99 miliar atau ada penghematan Rp 152,431 miliar dari rencana bisnis.
Adapun jumlah tabungan yang terhimpun mencapai Rp 268,820 miliar dan deposito Rp 221,944 miliar. "Jumlah tabungan dan deposito melampaui rencana bisnis," kata Sutrisno.
Realisasi kredit
Periode yang sama, BPR BKK Kebumen berhasil menyalurkan kredit Rp 365,642 miliar. "Realisasi kredit yang disalurkan tercapai 98,68 persen dari rencana," kata Sutrisno.
Sedangkan aset realisasinya melampaui rencana. Rencana aset hingga akhir tahun 2026 mencapai Rp 556,705 miliar, realisasinya Rp 565,949 miliar.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), menurut Sutrisno, berpotensi menambah jumlah debitur dengan segmen pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pedagang di beberapa pasar tradisional yang mencukupi kebutuhan bahan baku SPPG.
"Kredit untuk pengelola SPPG untuk pengadaan mobil distribusi MBG," kata Sutrisno. (*)
Nanang W Hartono
