Pasar Gedhe Klaten Berbenah, DKUKMP Gerakkan Aksi Bersih-Bersih dan Tertibkan Lorong

DKUKMP Klaten gerakkan aksi bersih-bersih di Pasar Gedhe. Fokus pada penertiban lorong pasar dan edukasi pedagang demi mewujudkan pasar tradisional yang asri

Pasar Gedhe Klaten Berbenah, DKUKMP Gerakkan Aksi Bersih-Bersih dan Tertibkan Lorong
Agus Setiyono didampingi Pengelola Pasar Gedhe, Purwadi melaksanakan sosialisasi kepada pedagang Pasar Gedhe terkait pengembalian fungsi fasilitas pasar. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN--Menciptakan wajah pasar tradisional yang bersih, asri, dan nyaman kini menjadi prioritas utama Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten. Melalui aksi nyata di Pasar Gedhe Klaten, Jumat (10/4/2026), jajaran DKUKMP menegaskan bahwa urusan kebersihan pasar bukan melulu tanggung jawab pengelola, melainkan komitmen bersama antara pedagang dan pengunjung.

Aksi bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Plt Pokja Sarpras DKUKMP, Agus Setiyono, bersama Pengelola Pasar Gedhe, Purwadi. Kegiatan yang melibatkan paguyuban pedagang hingga petugas trantib ini diawali dengan pengangkutan sampah besar-besaran dari TPS pasar menuju TPA Troketon menggunakan armada pikap DKUKMP.

Lorong Harus Steril, Sampah Luar Jadi Tantangan

Tak hanya soal sampah, tim DKUKMP juga melakukan sidak persuasif ke lorong-lorong pasar. Sejumlah pedagang yang kedapatan menumpuk barang dagangan di area jalan pengunjung langsung diberikan edukasi secara humanis. Langkah ini diambil agar akses jalan tetap luas dan memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi masyarakat.

“Bapak dan Ibu, tolong space ini fungsinya untuk jalan. Jangan ditutupi dagangan agar pengunjung nyaman belanja di sini. Mari kita jaga ketertiban bersama,” ujar Agus Setiyono saat memberikan arahan kepada pedagang.

Agus yang juga mengelola Pasar Srago ini mengakui bahwa menumbuhkan kesadaran pedagang membutuhkan “seni” tersendiri dan kesabaran ekstra. Tantangan terbesar saat ini justru berasal dari luar pasar; banyak warga sekitar yang ikut membuang sampah rumah tangga di TPS pasar, sehingga volume sampah membengkak dan merepotkan petugas kebersihan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DKUKMP Klaten, Anang Widjadmoko, telah menyiapkan konsep pembangunan TPS pasar yang lebih tertutup dan berlokasi di area belakang guna mengantisipasi “sampah titipan” dari luar lingkungan pasar. (*)