Gedor Kemiskinan di Seyegan, Wabup Danang Maharsa Serap Keluhan Pendamping PKH

Wabup Sleman Danang Maharsa pimpin monev penanggulangan kemiskinan di Seyegan. Simak 3 strategi utama Pemkab Sleman termasuk program beasiswa kuliah untuk keluarga miskin

Gedor Kemiskinan di Seyegan, Wabup Danang Maharsa Serap Keluhan Pendamping PKH
  Danang Maharsa menghadiri pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang diselenggarakan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, Kamis (9/4/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten Sleman terus tancap gas dalam upaya menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Wakil Bupati Sleman sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Danang Maharsa, turun langsung melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam format diskusi lesehan ini melibatkan perangkat kalurahan serta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Danang menegaskan bahwa dialog langsung dengan ujung tombak di lapangan sangat krusial untuk menangkap data riil dan kendala teknis yang selama ini sering tidak terpotret secara utuh di balik meja birokrasi.

Tiga Jurus Putus Rantai Kemiskinan

Dalam monev tersebut, Danang Maharsa memaparkan tiga strategi prioritas yang kini tengah digencarkan Pemkab Sleman untuk memastikan kemiskinan turun secara signifikan. Strategi tersebut terbagi berdasarkan klaster kebutuhan masyarakat agar penanganannya tidak "gebyah uyah".

"Pertama, kita pastikan perlindungan sosial bagi warga tidak produktif seperti lansia sakit dan disabilitas berat. Kedua, bagi warga usia produktif, kita fasilitasi pelatihan keterampilan agar pendapatan mereka meningkat secara mandiri," ungkap Danang.

Namun, yang paling ditekankan oleh politisi muda ini adalah jurus ketiga: memutus rantai kemiskinan melalui investasi sumber daya manusia. Pemkab Sleman secara konsisten memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin agar dapat kuliah.

Dengan beasiswa ini, diharapkan lulusannya nanti mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga dan menghentikan siklus kemiskinan yang turun-temurun. Seluruh temuan dalam monev di Seyegan ini nantinya akan dikristalisasi menjadi dasar kebijakan pembangunan Sleman yang lebih inklusif dan progresif. (*)