Pangdam IV/Diponegoro Panen Raya Padi di Desa Tepakyang Kebumen, Hasilnya 1.116 Ton

Terwujudnya ketahanan pangan yang kuat memiliki arti sangat penting dan strategis bagi negara.

Pangdam IV/Diponegoro Panen Raya Padi di Desa Tepakyang Kebumen, Hasilnya 1.116 Ton
Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat bersama pejabat Kodam IV/Diponegoro dan anggota Forkopimda Kebumen panen raya padi di Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo, Rabu (13/8/2025). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro (Pangdam IV/Diponegoro) Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat melakukan panen raya padi di Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen, Rabu (13/8/2025).

Panen raya musim tanam (MT) II tahun 2024 - 2025 kali ini diikuti sejumlah pejabat di lingkungan Kodam IV Diponegoro, Bupati Kebumen Lilis Nuryani serta anggota Forkopimda Kabupaten Kebumen.

Pangdam memberikan apresiasi panen raya padi di Desa Tepakyang dalam suasana kebersamaan dan kebahagiaan. "Seperti kita ketahui bersama, salah satu program Asta Cita Presiden Republik Indonesia memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi air, penguatan ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru," kata Achiruddin.

Menurut dia, program itu menjadi perhatian bersama. Terwujudnya ketahanan pangan yang kuat memiliki arti sangat penting dan strategis bagi negara. “Tidak sekadar memenuhi kebutuhan pokok pangan dan gizi bagi penduduk, melainkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional,” tegasnya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menggunakan mesin panen padi (combine harvester) memulai panen raya padi di Kebumen. (istimewa.)

Achiruddin menambahkan, dengan semangat persatuan, gotong royong dan sinergitas yang kuat akan mampu mengatasi tantangan terhadap ancaman kelangkaan bahan pangan di masa depan.

Sehingga, kata dia, bangsa Indonesia berhasil mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani.

"Saya apresiasi atas capaian luar biasa dari para petani di Desa Tepakyang yang telah berhasil mengolah lahan persawahan seluas 186 hektar dan menghasilkan panen padi sekitar 1.116 ton Gabah Kering Panen (GKP)," kata Achiruddin.

Varietas padi yang ditanam pun menunjukkan keragaman dan kualitas unggul, meliputi Padi Mekongga, Inpari 32, Ciherang, Inpago, Kolosebo, Inpari 49 Jembar, Inpari 50 dan Cibatu.

Pemberian bantuan sembako kepada masyarakat. (istimewa)

“Ini menunjukkan adaptasi teknologi pertanian yang semakin maju dan responsif terhadap kebutuhan para petani padi,” tandasnya.

Bupati Lilis Nuryani mengatakan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kebumen mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pangdam beserta jajaran. "Kehadiran Bapak Pangdam di tengah-tengah kita menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat. Bukan hanya bagi para petani, tapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen," katanya.

Menurut Lilis, TNI selalu hadir membantu saat bencana, memberikan pelatihan penanggulangan bencana, ikut mendampingi petani bahkan menjadi teladan menjaga semangat gotong royong. "Harapan kami, sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat terus terjaga dan semakin kuat," harapnya.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kebumen, Teguh Yuliono, menjelaskan luas lahan sawah di Kecamatan Adimulyo 2.299 hektar. Luas lahan di Desa Tepakyang 186 hektar. Sawah rawan tergenang kurang lebih 50-an hektar. "Provitasnya 7,15 ton per hektar, varietas padi dominan Mekongga," kata Teguh. (*)