Sekda Klaten Jajang Prihono Terkejut Saat Ditanya Soal Beras ASN

Instruksi Bupati Klaten, ASN dan pegawai BUMD didorong membeli beras Rojolele Srinuk dan Srinar.

Sekda Klaten Jajang Prihono Terkejut Saat Ditanya Soal Beras ASN
Sekda Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, memberikan sambutan pada acara bazar pangan murah kerja sama TPID dengan Bulog Cabang Surakarta di Kantor Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten, Selasa (5/3/2024). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, cukup terkejut saat ditanya mengenai adanya beras Rojolele Srinuk untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Klaten yang dipasarkan tidak melalui PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha) Kabupaten Klaten.

"Untuk beras Srinuk memang ada beberapa yang memasarkan. Tapi khusus untuk ASN harus lewat Perusda (PDAU). Tapi coba nanti kami tanyakan lagi," katanya, Senin (4/3/2024).

Pernyataan Sekda itu disampaikan menyusul adanya kabar ASN pada salah satu dinas sepertinya tidak memesan beras Rojolele Srinuk lewat PDAU Kabupaten Klaten.

Berharap kabar tersebut tidak benar, beras varietas unggulan Kabupaten Klaten itu dikelola sendiri oleh internal dinas tersebut dengan membeli langsung ke petani.

Langkah yang dilakukan jajaran dinas itu mengundang tanggapan beragam dari sejumlah pihak. Sebab di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain memesan beras Rojolele Srinuk melalui Perusda Aneka Usaha.

ARTIKEL LAINNYA: NeutraDC Selesaikan Konsolidasi Data Center Telin Singapore, Begini Harapan Telkom Bagi Bisnis Platform Digital

Di dalam Instruksi Bupati Klaten Nomor 1 Tahun 2020, ASN dan pegawai BUMD Kabupaten Klaten didorong untuk membeli beras Rojolele Srinuk dan Srinar, yang ditunjuk untuk memasarkan adalah PDAU Kabupaten Klaten.

Pemasaran beras Rojolele Srinuk untuk ASN dan pegawai BUMD di Kabupaten Klaten rutin dilakukan setiap bulan. Setiap ASN membeli 10 kilogram per bulan dengan harga saat ini Rp 15 ribu per kilogram.

Sumber di PDAU Kabupaten Klaten menyatakan benar ada dinas yang sudah tidak memesan beras Rojolele Srinuk. "Sudah lama tidak pesan beras Srinuk ke perusda. Kami kurang tahu kebutuhan beras Srinuk untuk ASN (di dinas itu) apakah dikelola sendiri," ujar sumber tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Widiyanti, saat dikonfirmasi usai pelaksanaan bazar pangan murah di Kantor Desa Bakung Kecamatan Jogonalan, Selasa (5/3/2024), menyatakan dinas tidak mengambil untung.

“Apa tidak boleh kami menyalurkan beras Rojolele Srinuk kepada ASN di Dinas Pertanian? Kami tidak mengambil untung dari Rojolele itu kok," katanya. (*)