Menjelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban Merangkak Naik

Kebutuhan sapi diperkirakan menyentuh 9.235 ekor.

Menjelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban Merangkak Naik
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto. (nila hastuti/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman memprediksi bakal terjadi kekurangan pasokan lokal untuk komoditas hewan kurban.

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman mencatat harga hewan kurban merangkak naik. Ada ketimpangan yang cukup tinggi antara ketersediaan ternak lokal dengan estimasi kebutuhan masyarakat.

"Kebutuhan total hewan kurban di Sleman untuk tahun ini tercatat cukup tinggi. Kebutuhan sapi diperkirakan menyentuh 9.235 ekor, sementara domba menjadi yang paling mendominasi dengan estimasi kebutuhan mencapai 15.750 ekor," kata Rofiq Andriyanto, Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman saat konferensi pers, Kamis (21/5/2026), di Kantor Dinas Pertanian Sleman.

Sebaliknya, ketersediaan riil ternak siap kurban di wilayah Sleman saat ini baru mampu menyuplai 3.854 ekor sapi dan 7.811 ekor domba. Untuk menutup kekurangan tersebut Pemkab Sleman mendatangkan pasokan dari luar daerah.\

Luar daerah

Kondisi tersebut memaksa pemkab menutup celah kekurangan pasokan dari luar daerah. "Pada saat ini kami mencatat wilayah Sleman masih kekurangan hewan kurban sekitar 5.381 ekor sapi potong dan 7.939 ekor domba," jelas Rofiq.

Dia mengakui, karakteristik konsumsi masyarakat Sleman memang sangat tinggi saat Idul Adha. Kebalikannya, stok kambing justru mencatatkan surplus atau kelebihan pasokan sebanyak 952 ekor. Ketersediaan kambing lokal mencapai 4.002 ekor dari total kebutuhan yang hanya 3.050 ekor.

Guna mencukupi kebutuhan sapi dan domba yang minus tersebut, Pemkab Sleman kini mengandalkan pasokan masuk melalui kelompok-kelompok ternak binaan, pasar kurban serta pelaku usaha peternakan makro.

Pembelian langsung secara mandiri oleh takmir masjid dari luar daerah seperti Muntilan, Magelang, Temanggung, Wonosobo hingga Klaten juga menjadi katup penyelamat pasokan.

Nilai jual

Menyusul tingginya permintaan pasar dan menipisnya stok lokal, situasi perniagaan di Pasar Hewan Ambarketawang kini mulai terlihat meningkat.

"Dinas Pertanian memantau adanya kenaikan volume ternak yang masuk ke pasar sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Kondisi ini langsung memicu kenaikan nilai jual ternak di tingkat pedagang," jelas Rofiq.

Pantauan terkini menunjukkan harga pasaran untuk komoditas kambing dan domba mengalami kenaikan berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per ekor, tergantung bobot luar hewan. Sementara itu, untuk komoditas sapi potong, lonjakan harga bergerak lebih tajam pada rentang Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per ekor.

Dinas memperkirakan grafik kenaikan harga ini masih berpotensi naik hingga H-1 pelaksanaan penyembelihan. Masyarakat atau panitia kurban diimbau segera melakukan transaksi lebih awal guna menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi di pasar tiban. (*)