Masyarakat Diimbau Kelola Limbah Hewan Kurban
Surat edaran itu memuat berbagai aturan mulai dari tata cara pemilihan hewan kurban.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman saat ini menyiapkan surat edaran terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah yang ramah lingkungan.
"Surat edaran ini mengatur pengelolaan limbah hewan kurban hingga pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging. Dan surat edaran tersebut saat ini tinggal menunggu ditandatangani Bupati Sleman sebelum diberlakukan," kata Sugeng Riyanta, Plt Kepala DLH Sleman, pada konferensi pers di Kantor Pertanian Sleman, Kamis (21/5/2026).
Diharapkan sebelum hari H Idul Adha surat edaran itu sudah ditandatangani bupati sehingga menjadi pedoman pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun 2026.
Sugeng menjelaskan, surat edaran itu memuat berbagai aturan mulai dari tata cara pemilihan hewan kurban, kesehatan hewan, kewaspadaan penyakit hewan menular strategis dan zoonosis, hingga penanganan limbah pemotongan hewan kurban.
Pengelolaan limbah
DLH Sleman juga menyatakan pentingnya pengelolaan limbah penyembelihan agar tidak mencemari lingkungan. Panitia kurban diminta tidak membuang darah maupun limbah jeroan ke sungai, selokan, maupun sumber air lainnya.
“Kami minta limbah penyembelihan jangan dibuang ke sungai atau selokan karena dampaknya bisa mencemari lingkungan,” kata Sugeng.
Sebagai langkah penanganan, panitia kurban dianjurkan membuat lubang penampungan limbah atau jugangan untuk menimbun darah dan limbah organ hewan kurban. Untuk kapasitas sekitar 10 ekor kambing, lubang minimal berukuran setengah meter.
Menurut Sugeng, praktik mencuci jeroan di sungai yang masih kerap ditemukan saat Idul Adha harus dihentikan karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Besek bambu
Selain limbah, DLH Sleman juga mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban. Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan memakai besek bambu, daun jati maupun wadah plastik yang dapat digunakan ulang.
“Kami mengajak masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek, daun jati, atau wadah yang bisa dipakai ulang,” kata Sugeng.
DLH Sleman bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga telah berkoordinasi dengan UMKM penyedia besek bambu agar kebutuhan kemasan ramah lingkungan saat Idul Adha dapat terpenuhi.
Sugeng berharap pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga menjadi sarana edukasi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (*)
Nila Hastuti
