Minggu, 01 Agu 2021,


doa-bersama-lintas-agama-memohon-keselamatan-dari-pandemiBupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, bersama Wakil Bupati, Danang Maharsa, ketika menghadiri doa bersama secara virtual, Senin (19/7/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Doa Bersama Lintas Agama Memohon Keselamatan dari Pandemi

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengajak masyarakat Sleman untuk melantunkan Doa Bersama Lintas Agama, dalam acara Pray From Home secara daring, Senin (19/7/2021). Doa Bersama Lintas Agama tersebut dalam rangka memohon keselamatan bangsa dan negara dari pandemi Covid-19.


Doa bersama lintas agama tersebut dipimpin masing masing tokoh agama. Secara Islam dipimpin oleh KH Syakir Ali dari MUI Kabupaten Sleman, secara Katolik oleh Romo Adrianus Maradiyo Pr dari Vikep Kevikepan DIY Bagian Timur, secara Kristen oleh Pendeta Heru Sumbodo dari Badan Kerjasama Gereja-Geraja Kristen Kabupaten Sleman (Pendeta GKJ Maguwoharjo), secara Hindu oleh Alit Mertayasa dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Sleman, secara Budha oleh Hastho Bramantyo dari Persatuan Umat Budha Kabupaten Sleman serta secara Konghuchu oleh Ws Adjie Chandra dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu.


Acara tersebut juga diikuti oleh Jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman, Kanwil Kemenag Provinsi DIY, para pemimpin organisasi keagamaan, tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Bupati Kustini mengatakan, penyelenggaraan doa bersama ini merupakan wujud ikhtiar secara spiritual dalam menghadapi kondisi yang memprihatinkan akibat mewabahnya Covid-19.


Oleh karena itu Kustini mengharapkan seluruh masyarakat Sleman untuk senantiasa mematuhi Instruksi Bupati Sleman terkait dengan penerapan PPKM. “Termasuk diantaranya beribadah di rumah untuk sementara waktu,” tambahnya.

Dia juga berharap agar doa bersama tersebut dapat dilakukan dirumah masing–masing sesuai dengan kepercayaan agama masing–masing. “Meski bahasa dan cara berdoa yang berbeda, namun tujuannya hanya satu, berharap Indonesia terbebas dari bencana,” katanya.

Sementara itu Kanwil Kemenag DIY, Masmin Afif, mengatakan doa bersama digelar sebagai ikhtiar melangitkan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera bisa diatasi.

“Acara ini menjadi momentum membangun solidaritas kemanusiaan, menjaga kemaslahatan, dan memperkuat persaudaraan. Ini tentu bagian wujud cinta tanah air kita di tengah pandemi yang melanda bangsa,” katanya.

Masmin mengimbau kepada masyarakat, sesuai dengan anjuran pemerintah, untuk melakukan sholat idul kurban dirumah masing–masing. (*)
 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini