Darurat Pinjol & Judol Anak Muda, LPS Gebrak Yogyakarta Lewat Jogja Finansial Festival 2026
LPS menggelar Jogja Finansial Festival (JFF 2026) di Yogyakarta untuk dongkrak literasi keuangan anak muda lewat edukasi KSSK, konser musik, dan Jogja Run
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Kemudahan akses layanan keuangan digital bak pisau bermata dua bagi generasi muda. Di satu sisi menawarkan kepraktisan, namun di sisi lain menyimpan jebakan Batman yang fatal. Menjawab tantangan riil tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) siap menggebrak Kota Pelajar melalui Jogja Finansial Festival 2026 (JFF 2026) yang digelar pada 22–23 Mei 2026.
Langkah taktis ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan data internal, hampir 60 persen pengguna pinjaman online (pinjol)—yang mirisnya kerap dialokasikan untuk aktivitas judi online (judol)—didominasi oleh generasi muda.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menegaskan bahwa JFF 2026 dirancang dengan formula yang sama sekali berbeda dari seminar keuangan konvensional yang cenderung kaku dan membosankan.
“Festival ini akan memadukan edukasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan,” ujar Farid Azhar Nasution di Yogyakarta, Rabu (21/5/2026).
Belajar Langsung dari Para Pemimpin Regulasi
JFF 2026 tidak hanya menjadi ruang edukasi biasa, melainkan panggung bertemunya para pengambil kebijakan tertinggi di sektor keuangan nasional. Kehadiran para pemimpin dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjadi garansi bobot materi yang akan disajikan.
Para peserta dipastikan mendapatkan kesempatan emas untuk berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh inspiratif, antara lain Friderica Widyasari Dewi (Ketua Dewan Komisioner OJK) dan Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan RI) dan Ketua Dewa Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Melalui kehadiran para ahli dan pemimpin industri keuangan terkemuka ini, generasi muda Jogja dapat membedah tuntas strategi perencanaan keuangan, manajemen risiko, hingga ceruk investasi yang aman dan legal langsung dari sumbernya.
Edukasi Dibalut Hiburan: Dari Juicy Luicy Hingga Ari Lasso
Memahami psikologi generasi Z dan milenial, LPS mengemas literasi finansial ini lewat pendekatan edutainment yang masif. Selain pasokan ilmu daging, JFF 2026 bakal diguncang oleh sederet musisi lintas genre dan penampilan komedi papan atas. Mereka adalah Juicy Luicy (Nuansa pop romantis yang karismatik), Ndarboy Genk & Happy Asmara (Ambyar bareng lewat gelombang musik pop jawa), Ari Lasso dan Comedy Show (Sajian stand-up dari para komedian ternama tanah air).
Mengapa Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Pertama? Farid mengatakan, pemilihan Yogyakarta sebagai titik awal pergerakan JFF 2026 merupakan langkah strategis yang membidik langsung jantung persoalan. Statusnya sebagai Kota Pelajar menjadikan wilayah ini sebagai episentrum berkumpulnya anak muda dari seluruh penjuru Nusantara.
Farid menambahkan, kecepatan transaksi digital yang tidak diimbangi dengan pemahaman manajemen keuangan yang matang sering kali berujung pada penyalahgunaan platform pinjaman digital.
“Literasi keuangan bagi generasi muda saat ini menjadi semakin penting karena kemudahan akses layanan digital membuat anak muda lebih cepat melakukan transaksi. Namun hal itu ternyata juga kerap disalahgunakan oleh generasi muda untuk hal negatif. Oleh karenanya, kita ingin menyasar kota-kota yang banyak anak muda,” imbuh Farid.
Jogja Run D-City 2026: Berlari Melintasi Ikon Kota Demi Beasiswa
Sebagai penutup rangkaian acara (climax event), LPS juga menggelar Jogja Run D-City (JRDC 2026) pada tanggal 24 Mei 2026. Event lari ini bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan sebuah gerakan sosial yang berdampak nyata.
“100% untuk amal. Artinya, seluruh hasil penjualan tiket JRDC 2026 tidak akan masuk ke kantong panitia, melainkan didonasikan sepenuhnya untuk program beasiswa pelajar yang membutuhkan. Dan yang lebih penting, seluruh hasil penjualan tiket JRDC 2026 akan disumbangkan untuk beasiswa,” pungkas Farid Azhar Nasution.
Melalui sinergi edukasi, hiburan, dan aksi sosial ini, LPS berharap JFF 2026 mampu menjadi momentum titik balik bagi generasi muda Yogyakarta untuk lepas dari bayang-bayang finansial negatif dan mulai membangun masa depan keuangan yang sehat serta mandiri. (*)
---
