Mayoritas Jamaah Haji DIY Berhasil Menunaikan Arbain Penuh
Seluruh jamaah terbagi sembilan rombongan diberangkatkan menuju Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib.
KORANBERNAS.ID, MADINAH -- Ketua Kloter 7 YIA, Nur Hasanah Rahmawati, melaporkan jamaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) pada 30 April 2026, telah menyelesaikan masa tinggal selama sembilan hari di Madinah. Selama periode tersebut, jamaah melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi sebelum rangkaian ibadah selanjutnya.
Pada musim haji 1447 H kali ini mayoritas jamaah dari DIY berhasil menunaikan salat Arbain yakni salat fardu 40 waktu penuh atau tanpa putus. Meski demikian, Nur Hasanah menyampaikan ada sebagian kecil jamaah yang tidak bisa melaksanakannya secara penuh. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi kesehatan, kewajiban mendampingi rekan yang sakit, hingga siklus alami bagi jamaah perempuan.
Ibadah berlanjut pada 9 Mei pukul 06:00 waktu setempat, seluruh jamaah yang terbagi sembilan rombongan diberangkatkan menuju Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Total jamaah terdiri dari 190 orang dari KBIHU Aisyiah, 64 orang dari KBIHU Multazam, 45 orang dari KBIHU Rindu Ka'bah, 43 orang dari KBIHU Hajar Aswad, 4 orang dari KBIHU Bina Umat, serta 7 orang non-KBIHU dan 6 petugas pendamping.
Masjid hotel
Dalam perjalanan menuju Mekkah, rombongan menyempatkan diri singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat, melaksanakan salat sunah, serta melafalkan niat umrah. Rombongan akhirnya tiba di Hotel Al Zaeer Al Akhyar pada pukul 12:30 waktu setempat. Setibanya di sana, jamaah langsung diarahkan untuk beristirahat dan melaksanakan salat di masjid hotel.
Malamnya, pukul 21:30, pergerakan jamaah menuju Masjidil Haram dimulai secara bergiliran per rombongan. Dengan menumpangi bus Shalawat nomor 18, para jamaah terus mengumandangkan kalimat talbiah sepanjang jalan menuju Baitullah untuk menunaikan umrah wajib.
Tri Suyutiyanto, Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretariat DPRD DIY yang bertugas sebagai Karom 4, melaporkan rangkaian umrah diawali dengan prosesi tawaf. Jamaah mengelilingi Kabah berlawanan arah jarum jam, dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan posisi pundak kiri menghadap Kabah, hingga kembali ke titik awal untuk hitungan satu putaran.
Menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah melanjutkan ibadah dengan melaksanakan salat sunah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Ritual tersebut kemudian diikuti dengan meminum air Zamzam dalam posisi berdiri menghadap Kabah, tiga kali tegukan dan tiga kali nafas.
Ibadah Sa'i
Prosesi berlanjut ke ibadah Sa'i, berjalan kaki sebanyak tujuh kali lintasan yang dimulai dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah. Hitungan satu kali lintasan dimulai dari Safa ke Marwah, dan sebaliknya, hingga berakhir di Bukit Marwah. Rangkaian umrah ini ditutup dengan prosesi Tahalul atau memotong rambut sebagai simbol pelepasan ihram.
Seluruh rangkaian ibadah umrah wajib ini selesai pada pukul 03:00 dini hari. Kembali ke hotel, petugas dan jamaah lainnya membantu jamaah lansia serta pengguna kursi roda yang berjumlah sekitar 20 orang. (*)
---
