Lomba Rebahan di JCM Berhadiah Rp 5 Juta, Pertama di Indonesia

Pemenangnya adalah yang bertahan paling lama di atas kasur tanpa boleh tidur.

Lomba Rebahan di JCM Berhadiah Rp 5 Juta, Pertama di Indonesia
Belasan peserta mengikuti Lomba Rebahan di JCM, Sabtu (23/5/2026). (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Rebahan yang biasanya identik dengan kemalasan justru berubah menjadi arena berjuang dan adu mental di Jogja City Mall (JCM), Sabtu (23/5/2026). Sebuah lomba unik bertajuk Lomba Rebahan sukses mencuri perhatian pengunjung. Pemenangnya adalah yang bertahan paling lama di atas kasur tanpa boleh tidur.

Ajang yang diklaim sebagai lomba rebahan pertama di Indonesia itu digelar dalam rangka pameran furniture dan kasur Pusat Meubel Margo Murah Baru di JCM. Hadiah utama sebesar Rp 5 juta langsung membuat kompetisi nyeleneh tersebut ramai dipadati peserta dan penonton.

Meski terlihat santai, aturan lomba justru cukup ekstrem. Peserta tidak diperbolehkan tidur, tidak boleh meninggalkan kasur serta dilarang makan, minum, maupun pergi ke kamar mandi selama kompetisi berlangsung.

“Kalau lomba tidur takutnya ada yang pakai obat tidur, jadi berbahaya. Makanya konsepnya rebahan, tapi tidak boleh benar-benar tidur,” ujar Mayline, Direktur Pusat Meubel Margo Murah Baru, di sela acara.

Melawan kantuk

Suasana kompetisi pun berubah menjadi tontonan menarik. Belasan peserta tampak berusaha melawan kantuk sambil memainkan ponsel, mengobrol, hingga menatap langit-langit mal demi tetap terjaga.

Fenomena ini langsung memancing perhatian pengunjung. Banyak yang tertawa melihat bagaimana aktivitas yang selama ini dianggap paling santai ternyata berubah menjadi tantangan fisik dan mental.

Panitia membatasi peserta hanya 18 orang menyesuaikan kapasitas area kasur yang digunakan. Namun antusiasme masyarakat disebut jauh melebihi kuota yang tersedia.

Tak hanya menjadi hiburan, lomba ini juga menjadi strategi promosi kreatif untuk memperkenalkan berbagai jenis kasur kepada masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pengunjung diperbolehkan mencoba berbagai tipe kasur dari berbagai merek yang dipamerkan selama acara berlangsung.

Daya tahan

“Ada ratusan tipe kasur. Ada yang empuk, ada yang keras. Setiap orang punya kenyamanan masing-masing,” jelasnya.

Menariknya, jenis kasur ternyata ikut mempengaruhi daya tahan peserta. Kasur yang terlalu empuk membuat beberapa peserta lebih cepat mengantuk, sementara kasur yang lebih keras dianggap membantu mereka tetap terjaga lebih lama.

Konsep lomba rebahan ini pun langsung viral dan disebut-sebut sebagai kompetisi paling relate bagi generasi muda. Di tengah budaya “kaum rebahan” yang akrab di sosial media, lomba tersebut justru menghadirkan ironi. Rebahan boleh, tapi tidur adalah kekalahan.

Bagi sebagian peserta, tantangan terbesar bukan sekadar menahan pegal, melainkan melawan rasa kantuk yang datang perlahan di tengah empuknya kasur dan dinginnya suasana mal. “Kelihatannya gampang, ternyata susah banget,” ujarnya.

Lewat konsep sederhana namun nyentrik, lomba ini membuktikan kreativitas promosi kini tak lagi sekadar diskon atau hiburan biasa. Di Jogja, rebahan bahkan bisa berubah menjadi pertarungan daya tahan demi jutaan rupiah. (*)