Komisi C DPRD DIY Tinjau Talud Ambrol di Sungai Gajah Wong

Panjang talud yang ambrol mencapai sekitar 40 meter dengan tinggi kurang lebih 5 meter.

Komisi C DPRD DIY Tinjau Talud Ambrol di Sungai Gajah Wong
Peninjauan Komisi C DPRD DIY ke lokasi talud ambrol di Dusun Sampangan Kalurahan Wirokerten Kapanewon Banguntapan Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait ambrolnya talud di Dusun Sampangan Kalurahan Wirokerten Kapanewon Banguntapan Bantul, Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan langsung ke Lokasi, Rabu (20/5/2026). Talud yang berada di bantaran Sungai Gajah Wong tersebut terus mengalami kerusakan dan berpotensi mengancam jembatan di sekitar lokasi.

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, bersama anggota Komisi C Aslam Ridlo, Lilik Syaiful Ahmad, Suwardi dan Ispriyatun  Katir. Peninjauan juga dihadiri perwakilan BBWS Serayu Opak, Dinas PUP ESDM DIY, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantul serta Lurah Wirokerten, Rakhmawati Wijayaningrum.

Rakhmawati menjelaskan talud ambrol di wilayah Sampangan sebenarnya sudah terjadi sejak 2024. Pada awalnya kerusakan hanya kecil dan sempat diperbaiki secara swadaya oleh warga. Kondisi terus memburuk setiap musim hujan karena posisi talud berada di tikungan Sungai Gajah Wong yang memiliki arus cukup deras.

“Saat ini panjang talud yang ambrol mencapai sekitar 40 meter dengan tinggi kurang lebih 5 meter dan lebar sekitar 5 meter. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan terus meluas hingga mengancam jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi,” ujarnya.

Respons cepat

Dia menyampaikan apresiasi atas respons cepat Komisi C DPRD DIY yang turun langsung ke lokasi melihat kondisi talud ambrol.

Komisi C DPRD DIY langsung memimpin koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan darurat. Anggota Komisi C, Aslam Ridlo, mengatakan hasil koordinasi menyepakati pembagian peran antarinstansi agar penanganan dapat segera dilakukan.

“Pihak BBWS Serayu Opak siap membantu kawat bronjong, pihak kalurahan menyiapkan tenaga kerja sedangkan Pemerintah Kabupaten Bantul diminta menyiapkan material batu untuk penanganan sementara,” jelas Aslam.

Anggota Komisi C lainnya, Lilik  Syaiful Ahmad, menilai kondisi talud saat ini sudah cukup mengkhawatirkan karena jarak kerusakan dengan jembatan hanya sekitar 40 meter. Perlu penanganan secepat mungkin sebelum kerusakan semakin meluas.

Sebelum hujan

“Kalau tidak segera ditangani, sangat berpotensi merembet ke jembatan. Penanganannya harus segera dilakukan sebelum musim hujan datang,” ujarnya.

Sedangkan Suwardi mendesak Pemerintah Kabupaten Bantul segera mengalokasikan dana darurat kebencanaan untuk mempercepat proses penanganan talud ambrol tersebut.

Sementara itu Nur Subiyantoro menyatakan pentingnya langkah cepat dan kolaboratif menangani kerusakan talud di Sungai Gajah Wong. “Kalau nanti musim penghujan tiba sementara talud belum diperbaiki, maka kerusakan akan semakin meluas dan penanganannya akan jauh lebih berat karena sudah mengancam jembatan,” katanya. (*)