Ketua SPSI Purworejo Ingin Pekerja Hidup Layak dan Sejahtera

Pihaknya akan meminta penetapan UMK berdasarkan survei Kebutuhan Hidup Layak.

Ketua SPSI Purworejo Ingin Pekerja Hidup Layak dan Sejahtera
Wabup Purworejo Dion Agasi memberikan hadiah doorprize kepada pekerja pada peringatan Hari Buruh. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- May Day atau Hari Buruh 2026 di Kabupaten Purworejo diperingati secara meriah di Kedai Makan Satu-satu, Jumat (1/5/2026).

Acara diisi sarasehan dalam rangka Peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2026, bertema Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja, Satu Tekad, Satu Tujuan untuk Sejahtera.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Purworejo, Maliki, mengatakan di tengah lonjakan kebutuhan hidup tinggi pihaknya berharap para pekerja bisa hidup layak dan sejahtera.

"Upah minimum Kabupaten Purworejo Rp 2.491.000 masih dirasa belum bisa memenuhi kebutuhan hidup. Harga kebutuhan tinggi, UMK tersebut untuk Kabupaten Purworejo masih kurang," jelasnya kepada koranbernas.id di sela acara May Day.

Wabup Purworejo Dion Agasi dan Forkompinda foto bersama para pekerja saat peringatan Hari Buruh. (istimewa)

Pihaknya akan meminta penetapan UMK berdasarkan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL). "Usulan untuk survei Kebutuhan Hidup Layak sudah disetujui APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia). Setelah survei baru kita ngobrol bareng, berapa besaran UMK-nya," ujar Maliki.

Dia menambahkan selama ini pemerintah tidak menggunakan survei KHL tetapi  dengan undang-undang. “Di Purworejo juga belum ada makanya akan dimulai tahun ini,” katanya.

Tahun kemarin, lanjut dia, KHL naik 9 persen. Besarnya di atas Rp 2,5 juta menjadi Rp 2,6 juta atau Rp 2,7 juta. “Saat ini UMK Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 2,5 juta, selisih sedikit dengan UMK Purworejo," tambahnya.

May day dihadiri ratusan pekerja perwakilan se-Kabupaten Purworejo di antaranya PT Indotama, PT Unggulrejo dan PT Sampoerna Purworejo. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyabudi, Sekda Purworejo Suranto dan jajarannya.

Peran pekerja

Dion mengatakan May Day menjadi momentum menghargai peran pekerja dalam pembangunan dan perekonomian daerah. Pihaknya memberikan apresiasi kepada pekerja dan buruh yang berkontribusi dan memperingati May Day secara positif, produktif dan damai.

"Tema Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama mengajak kesepahaman dalam menjaga iklim investasi dan produktivitas. Pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pekerja," ungkapnya.

Menurut Dion, kemajuan industri harus diikuti pemenuhan hak dan peningkatan kesejahteraan pekerja. Tantangan ketenagakerjaan meliputi kesejahteraan pekerja, penyempurnaan regulasi dan norma, perubahan struktur tenaga kerja, serta perlindungan sosial.

"Kolaborasi pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi kunci menjawab tantangan ketenagakerjaan. Hubungan industrial yang harmonis menjadi kunci terciptanya kondisi yang kondusif. Dan, hubungan industrial yang baik juga mendorong penyelesaian masalah ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja, dan pertumbuhan perusahaan," tambahnya.

Dion berharap pengusaha memperhatikan kesejahteraan pekerja sebagai mitra strategis. Dan pekerja diharapkan meningkatkan kompetensi dan menyampaikan aspirasi secara santun. (*)