Kecamatan Loano Sambut Pengembangan Kawasan Otoritatif BOB
Kami berharap Badan Otorita Borobudur melibatkan masyarakat di Purworejo khususnya Kecamatan Loano.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Dalam rangka mendorong percepatan pengembangan pariwisata di kawasan Menoreh, Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo melakukan komunikasi bersama Badan Otorita Borobudur (BOB). Langkah strategis itu diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BOB guna mengembangkan kawasan pariwisata berbasis kolaborasi.
Camat Loano, Vivin Suryandari Feriyani, menyampaikan siap menyambut pengembangan kawasan otoritatif BOB. Desa-desa di wilayahnya siap berkolaborasi, baik dalam kegiatan maupun pengembangan kawasan pariwisata yang dikelola secara bersama.
“Kami berharap Badan Otorita Borobudur dapat melibatkan masyarakat di Purworejo khususnya di Kecamatan Loano dalam kegiatan yang dilakukan, kami siap berkontribusi dan berkolaborasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan BOB," ungkapnya, Kamis (30/4/2026).
Plt Direktur Utama yang juga menjabat Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik BOB, Yusuf Hartanto, menyatakan pentingnya kolaborasi di tengah kondisi efisiensi anggaran negara.
Berbasis desa
Dia menyampaikan, pengembangan pariwisata berbasis desa serta penyelenggaraan event-event produktif menjadi langkah konkret yang dapat dilakukan bersama untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
“Badan Otorita Borobudur akan terus mengoptimalkan percepatan pengembangan pariwisata di kawasan Purworejo, maka dari itu penting bagi kita untuk dapat berkolaborasi di tengah kondisi efisiensi. Kita memerlukan kerja sama yang hebat antara satu pihak dengan yang lain untuk dapat terus menggenjot pariwisata di Indonesia," tambahnya.
Dia berharap adanya sinergi dari para pemangku kepentingan dalam pengembangan destinasi pariwisata di wilayah utara Kabupaten Purworejo. Peran aktif Pemerintah Kabupaten Purworejo dinilai sangat penting mengingat potensi kawasan yang memiliki iklim sejuk dan daya tarik alam yang luar biasa.
Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, percepatan pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan dapat terwujud sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas perekonomian masyarakat.
Desa penyangga
Disebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengembangan zona otoritatif BOB, yakni Borobudur Highland yang terintegrasi dengan desa-desa penyangga di sekitarnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal.
Upaya ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional yang berkualitas, berkelanjutan dan inklusif, sebagaimana didorong oleh Kementerian Pariwisata. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
