Kado Istimewa untuk Guru dari Pemkab Purworejo

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh mutu para pendidiknya.

Kado Istimewa untuk Guru dari Pemkab Purworejo
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menjadi inspektur upacara HGN dan HUT PGRI ke 80. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Purworejo memberikan kado istimewa untuk para guru. Di tengah peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke 80, tersiar kabar pemkab segera melantik 474 PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) guru.

Upacara HGN yang diikuti ribuan guru dari berbagai jenjang Pendidikan kali ini dipimpin langsung Bupati Purworejo sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua PGRI Purworejo, para kepala UPT, serta perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Polres dan Kodim.

Bupati dalam sambutannya mengatakan peringatan Hari Guru Nasional hendaknya menjadi momentum bagi seluruh guru dan tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kemampuannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.

“Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 dan HUT ke-80 PGRI menjadi pengingat bagi kita, bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh mutu para pendidiknya. Indonesia yang maju hanya dapat terwujud jika kualitas guru semakin kuat,” ujarnya.

Berjalan lancar

Ketua PGRI Purworejo, Irianto Gunawan, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan HGN tahun ini berjalan lancar. “Alhamdulillah lancar. Upacara Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Kabupaten Purworejo semuanya berjalan baik. Alhamdulillah bupati dan wakil bupati bisa hadir, begitu juga para kepala OPD dari Kejaksaan, Pengadilan, Polres hingga Kodim,” ujarnya.

Jumlah peserta upacara HGN yang terdata mencapai 4.300 orang dari unsur guru TK, SD, SMP, SMA/SMK ditambah satu peleton perwakilan siswa. “Guru (peserta upacara) yang paling banyak, siswa hanya satu peleton,” tambahnya.

Usai upacara HGN, kegiatan dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Projo Handoko Loyo. Irianto menjelaskan kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

“Ini bentuk kepedulian kita terhadap para pejuang yang telah mendahului kita. Kita ini hanya tinggal di atas tikar yang gumelar, jadi wajib menghormati mereka yang telah mempertaruhkan nyawanya,” katanya.

Makna tersurat

Peserta tabur bunga diikuti oleh PC Gebang, PC Bayan dan PC Banyuurip yang tak hanya mengirim petugas ke makam pahlawan, tetapi juga peserta upacara di alun-alun.

Upacara ditandai pelepasan balon dan burung. “Maknanya sudah tersurat. Kita memohonkan agar satu sinergi, setelah sinergi, tujuannya sama yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Purworejo. Balon yang menjulang tinggi itu simbol cita-cita, sedangkan burung yang terbang bebas melambangkan pendidikan yang tanpa tekanan, agar generasi mendatang tumbuh menjadi generasi berakhlakul karimah. Bebas tapi terbatas,” ungkapnya.

Irianto menambahkan jumlah pengangkatan PPPK paruh waktu tahun ini mencapai lebih dari 1.200 orang di berbagai OPD. “Ini kebanggaan karena status mereka sudah berbeda, tidak seperti dulu. Walaupun gajinya masih menyesuaikan kemampuan daerah, pemerintah daerah sangat memperhatikan agar tidak ada yang tercecer,” katanya.

Masih ada sejumlah target yang harus dikawal. “Para penjaga sekolah yang sudah puluhan tahun masih PPPK paruh waktu, ini harus terus diperjuangkan. Pemerintah daerah selalu memfasilitasi sesuai regulasi,” ujarnya.

Semakin lengkap

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, Yudhie Agung Prihatno SSTP MM menyatakan kebijakan tersebut merupakan komitmen nyata pemerintah daerah.

“Regulasi semakin lengkap dan dinamis. Apa pun perubahannya, kita sebagai insan pendidikan harus adaptif. Pemberian SK PPPK ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan status dan hak-hak guru,” ujarnya. (*)